Please, saya sudah capek. Capek memaklumi kamu. Capek bersikap permisif kepadamu. Capek menutupi kesalahanmu.
Bukankah keputusan ini kamu sendiri yang ambil? Rasanya kita sudah sama-sama dewasa. Harusnya kamu bisa bersikap seperti seorang yang dewasa.
Asal kamu tahu, saya juga punya masalah. Siapa sih yang tidak? Kalau tidak mau punya masalah, tidak usah hidup lah!
Maaf, tapi saya sudah kehilangan respek padamu. Saya tidak mau kamu pimpin.
Kamu tahu kan karakter saya. Jadi please, jangan membuat saya merasa bersalah dan bertanggung jawab. Jangan membuat saya terpaksa mengambil alih kendali. Jangan membebani saya...
-saya lagi kesal karena (lagi-lagi) harus jadi PJS Menteri-
20.10.08
Oh No, Not Again!
Posted by Adisti Dini Indreswari at 7:39 PM 4 comments
Labels: my diary
15.10.08
RUU Pornografi vs RUU APP
Pertama-tama, saya permisi dulu kalau-kalau tulisan ini dianggap vulgar atau kurang sopan.
RUU APP (Anti Pornografi dan Pornoaksi) yang sempat dilupakan orang mulai terdengar gaungnya lagi akhir-akhir ini. Pertama kali mendengar RUU ini (tahun 2006 kalau tidak salah), saya bingung. Harga BBM naik terus, harga sembako selangit, korupsi merajalela, hutang luar negeri menumpuk, banyak anak putus sekolah, banyak anak busung lapar, aset negara diprivatisasi pihak asing, emisi gas rumah kaca makin tidak terkendali, kok sempat-sempatnya para wakil rakyat yang duduk di DPR itu membahas paha dan dada perempuan. Apa tidak lebih baik biaya untuk pembahasan RUU ini dialokasikan untuk hal lain yang lebih krusial dan lebih konkret? Tapi ya sudahlah, sebagai warga negara yang baik saya manut saja. Masa mau mengkudeta pemerintah atau mengungsi ke luar negeri?
Sekarang RUU APP sudah direvisi menjadi RUU Pornografi. Dibanding RUU APP, RUU Pornografi ini terasa lebih longgar. Kalau RUU APP cenderung melarang segala bentuk pornografi, RUU Pornografi cenderung mengatur pornografi. Dulu, saya termasuk golongan yang kontra terhadap RUU APP. Kalau saya cermati sekarang, draft RUU Pornografi ini sudah jauh lebih baik dibanding draft RUU APP yang super ‘geje’ alias ‘ga jelas’. Tapi masih ada beberapa cacat:
1. Definisi pornografi sendiri belum jelasIngat, "...atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi..." bisa berarti apapun, lho!Oh ya, saya jadi kepikiran, dalam draft ini banyak istilah seperti senggama, alat kelamin, telanjang, anal seks, dan oral seks. Bagaimana ya kalau ada orang yang pikirannya saking ngeresnya mendengar kata-kata itu saja bisa terangsang? Berarti RUU Pornografi juga harus dimusnahkan dong!
2. Mendiskriminasi perempuan
“Kami, kaum perempuan, selalu saja dicurigai sebagai mesin perusak masyarakat bila berusaha membebaskan tubuh, pikiran, dan perasaan dari perangkap nilai dan sistem sosial yang menjadikan kami manusia kelas dua, Second Sex kata Simone de Beauvoir. Kami ingin keluar dari harga mati bahwa perempuan adalah lubang rahim di dalam perut. Kami ingin keluar dari jeratan tubuh biologis ini. Mengakui tubuh keperempuanan kami, dan bebas menentukan apa saja masa depan tubuh, pikiran, dan perasaan kami. Inilah yang sebenarnya ditakuti kekuasaan politik, sosial, budaya, dan laki-laki.”
-Bulan Jingga dalam Kepala (M. Fadjroel Rachman) hal.242-
Walaupun RUU ini bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi perempuan seperti tercantum dalam Pasal 3, saya takut dalam prakteknya perempuan Indonesia akan (makin) terdiskriminasi. RUU ini berangkat dari paradigma sesat bahwa seakan-akan perempuanlah yang menjadi penyebab kerusakan moral negeri ini.
Oh, come on! Laki-laki yang tidak bisa mengontrol syahwatnya, kok perempuan yang disalahkan? Ini kan tidak masuk akal! Lihat saja di Arab Saudi. Perempuan di sana bajunya tertutup semua, tapi TKW Indonesia banyak yang diperkosa. Tanya kenapa? Lihat juga di Bali.Turis-turisnya bebas berbikini bahkan topless di pantai, lukisan dan patung perempuan telanjang di mana-mana, apa perempuan Bali jadi pada diperkosa?
Ibaratnya kalau ada orang punya permata, tentu saja dia akan menjaga permata itu sebaik-baiknya. Mana ada sih orang waras yang mau barang berharganya dicuri? Tapi yang namanya maling ya pasti akan mencari celah untuk mencuri. Kalau sudah begitu, apa si pemilik permata yang disalahkan?
Saya juga perempuan, punya agama, punya orangtua, punya moral. Yakinlah bahwa semua perempuan yang punya agama, punya orangtua, punya moral, tidak akan mengumbar seksualitasnya. Kami ingin perlindungan, tapi tidak dengan cara yang diskriminatif. Kalau mau benar-benar melindungi perempuan, pertegas tuh undang-undang kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, dan human trafficking!
3. Memasung kreativitas dalam seni
Dalam RUU ini sebenarnya sudah ada pengecualian untuk seni dan budaya, tapi masih belum jelas juga. seperti tercantum dalam Pasal 4 ayat (1).
Contoh lain lagi adalah majalah Playboy Indonesia. Menurut saya, foto-foto di majalah ini artistik dan tidak vulgar sama sekali. Artikel-artikelnya pun berbobot. Tapi kenapa pada awal penerbitannya banyak pihak yang menentang? (Sayangnya, orang-orang yang katanya mau menjaga moral bangsa itu malah melakukan tindakan anarkis dengan melempari kantor majalah Playboy dengan batu. Huu... munafik!). Tabloid yang memuat foto perempuan berbikini ngangkang dengan tampang mesum, yang beredar bebas dengan harga murah sehingga anak SD bisa membelinya dengan mudah malah tidak diapa-apakan. Hm... saya jadi curiga ada permainan pihak tertentu.
Oh ya, juga tidak ada penjelasan kalau ada barang/kegiatan seni yang mengandung unsur pornografi, apakah seluruhnya harus dihilangkan atau hanya bagian yang mengandung unsur pornografi itu saja.
Masih ada lagi nih:
Pasal 8: Setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi.
Ini, selain memasung kreativitas dalam seni juga mengekang kebebasan pribadi. Bagaimana kalau untuk konsumsi pribadi dan tidak disebarluaskan? Khusus untuk Pasal 9, bagaimana kalau orang lain yang dijadikan objek itu tidak keberatan atau tidak tahu (dan tidak akan tahu karena tidak akan disebarluaskan)? Lalu bagaimana dengan karya sastra yang tidak menampilkan si objek secara eksplisit? Biasanya, karya sastra yang memuat adegan seks dibuat penulisnya berdasarkan imajinasinya, yang objeknya adalah dia sendiri atau orang dekatnya.
Pasal 9: Setiap orang dilarang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi.
4. Prakteknya
Karena kerancuannya, saya takut dalam pelaksanaannya RUU Pornografi malah cuma akan melahirkan ‘polisi-polisi moral’ yang sok suci dan membuka peluang bagi oknum aparat yang kurang bertanggung jawab untuk... ehm, you know lah. Terutama karena adanya bagian Peran Serta Masyarakat (Pasal 21-23). Saya takut rezim Taliban akan dimulai di Indonesia! Saya takut kasus majalah Playboy akan terulang!
Jadi... S A Y N O T O P O R N !
Tapi saya juga belum sepenuhnya pro terhadap RUU Pornografi. Kecualiii... kalau ada revisi. Tapi pada prinsipnya saya tetap pada pendapat saya yang pertama di atas: masih banyak hal lain yang perlu diprioritaskan, wahai para wakil rakyat!
Oh by the way, tulisan saya yang ini dan ini masuk kategori pornografi nggak ya? Well, I was just trying to be honest while most people are being hypocrite...
Sekali lagi, maaf kalau tulisan ini dianggap vulgar atau kurang sopan. It’s just my humble opinion. Since it’s my blog, and it’s my prerogative to write anything I want here. Hidup citizen journalism!
Pasal 1: Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.Hal yang dapat membangkitkan hasrat seksual itu kan berbeda-beda tergantung setiap individu. Bagaimana kalau ada yang hasrat seksualnya bangkit gara-gara melihat bibir tebal Angelina Jolie? Apa setiap foto Angelina Jolie yang beredar di Indonesia bibirnya harus di-blur? Seorang teman laki-laki pernah mengaku, kalau melihat perempuan pakai kain batik dia seringkali berimajinasi lilitan kainnya itu lepas satu per satu. Apa perempuan tidak boleh pakai kain seperti itu lagi? Saya sendiri, jujur nih, bisa turn on gara-gara laki-laki yang badannya tegap, agak kurus, dan tangannya cukup berotot. Nah lho!
Lalu, melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat itu masyarakat yang mana maksudnya? Kita kan hidup di tengah masyarakat yang plural.
Iya, saya tahu sebagai manusia kita telah dikaruniai akal untuk berpikir, untuk membedakan yang mana yang baik dan yang mana yang buruk sesuai konteksnya, tapi ada baiknya hal-hal di atas diperjelas supaya tidak menimbulkan multitafsir.
Pasal 14: Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan materi seksualitas dapat dilakukan untuk kepentingan dan memiliki nilai:Wah wah, nilai seni dan budaya itu parameternya apa? Lagi-lagi... multitafsir!
a.seni dan budaya;
b.adat istiadat; dan
c.ritual tradisional.
Penjelasan: Yang dimaksud dengan "materi seksualitas" adalah materi yang tidak mengandung unsur yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau tidak melanggar kesusilaan dalam masyarakat, misalnya patung telanjang yang menggambarkan lingga dan yoni.
Menurut saya sih, asal hal-hal yang berbau seksualitas itu dikemas dengan artistik dan tidak vulgar tidak masalah. Toh seksualitas bukan aib. Contohnya film Babel (an Academy Award winning movie yang dibintangi Brad Pitt). Di film itu ada adegan anak laki-laki (kira-kira 13 tahun) di Timur Tengah (maaf) masturbasi setelah mengintip adik perempuannya ganti baju, si adik (kira-kira 11 tahun) yang setelah tahu diintip kakaknya malah sengaja membuka jilbab dan bajunya satu per satu, dan remaja perempuan (kira-kira 17 tahun) di Jepang yang telanjang (yup, totally naked) dan menggoda beberapa laki-laki dewasa sebagai bentuk pemberontakan dan pencarian jati dirinya. Kalau merujuk pada RUU Pornografi film ini seharusnya dilarang karena memuat masturbasi dan ketelanjangan seperti tercantum dalam Pasal 4 ayat (1). Tapi menurut saya ini sama sekali bukan pornografi. Kalau dicermati, ada nilai sosial dalam ketiga adegan tersebut.
Contoh lain adalah kutipan novel ini.
"Di tengah mimpinya kuda putih itu datang membangunkan. Dengan matanya makhluk cantik itu berkata. Sesuatu yang tak ia mengerti. Tapi sesuatu yang menguak keinginan di dalam dirinya. Pelan-pelan ia menjadi berani, untuk menakjubi tubuh betina itu dengan tangannya. Seperti yang dilakukan Sang Tuan si penunggang. Lalu ia beranikan diri menakjubi dengan kakinya. Dan seluruh tubuhnya. Ia telah berada di atas kuda itu sekarang, meski dengan susah payah dan gemetar yang sangat, tubuhnya tidak tegak, melainkan runduk memeluk leher dan menghirup hangat surai. Kuda putih itu membawanya. Gulung gemulung. Di antara jerami."
-Bilangan Fu (Ayu Utami), hal.336-
Ini sebenarnya adegan seks pemuda 17 tahun dengan ibu tirinya. Kalau merujuk pada RUU Pornografi tulisan ini juga seharusnya dilarang karena memuat persenggamaan
Posted by Adisti Dini Indreswari at 2:41 AM 7 comments
Labels: my thoughts
25.9.08
Fiuhh...
Akhirnya, semua tentang Kerja Praktek saya beres sudah. Dulu, saya pikir yang namanya Kerja Praktek nggak akan seribet ini. Sampai molor satu semester. Karena topiknyakah? Karena dosen pembimbingnyakah? Karena saya malaskah?
Yang jelas, selain ucapan terima kasih resmi yang ada di laporan, saya mau berterima kasih buat:
~ Mama, Mama, dan Mama. I can never thank you enough.
~ Sonny yang sudah mengantarkan ke rumah dosen pembimbing, juga somehow memberi saya pencerahan. Thanks a lot, dude!
~ Reswa, Kak Rian, dan Andin yang membantu menyusun kata-kata dalam Bahasa Inggris.
~ Sahabat-sahabat saya yang lain yang pernah menyemangati walaupun cuma sekilas: Edo, Boma, Aji, Essa, Shana, Sonny (lagi), dan Christy. It means a lot to me.
~ Anak-anak TL 2005: Ila dan Rina (partner presentasi, yang sekarang sudah di Jepang), Okta dan Dinda (teman sesama dosen pembimbing).
Ditunggu lagi supply bantuan dan semangatnya buat TA!
Posted by Adisti Dini Indreswari at 6:51 PM 0 comments
Labels: my activities
16.9.08
TA, Here I Come!
Dan hal paling pertama yang harus diputuskan sebelum mengerjakan TA adalah: topik! Dengan menimbang dan mengingat hal-hal berikut:
[X] Saya sangat tertarik dengan pengelolaan sampah, dari segi teknis maupun manajemennya.
[X] Saya nggak pernah mengambil mata kuliah pilihan udara, jadi nggak mungkin mengambil topik TA tentang udara.[X] Saya nggak mau melakukan penelitian laboratorium. Penelitian laboratorium berarti harus standby di tempat yang sama (baca: laboratorium) seharian, selama berbulan-bulan, mengulang pekerjaan yang sama, harus super teliti, kalau ada yang salah harus diulang dari awal, A A A R R G H !!! Saya sudah muak gara-gara praktikum Pengolahan Limbah Industri semester lalu! Kalau prosesnya fisika saya masih mau, tapi kalau proses kimia dan biologi saya angkat tangan.[X] Saya tertarik melakukan penelitian lapangan (bukan penelitian laboratorium), karena basically saya suka jalan-jalan.[ ] Saya suka kuliah yang berhubungan dengan desain distribusi atau jalur (bukan desain instalasinya), seperti Plambing, Penyediaan Air Minum, Drainase, dan Penyaluran Air Buangan.[ ] Saya lumayan suka menggambar di AutoCAD.
[X] Saya nggak mau bikin desain instalasi pengolahan air limbah atau air minum, apalagi kalau harus penelitian dulu buat uji karakterisasi. KP saya tentang evaluasi instalasi pengolahan air limbah laboratorium, dan laporannya saya tunda-tunda terus karena nggak suka topiknya (alasan... )[X] I’m basically not a computer person, jadi nggak mau TA tentang permodelan.
[X] Saya nggak mau berhubungan dengan pasar, limbah rumah sakit (limbah medis), limbah domestik, atau daerah dengan poor hygiene. Yeah, call me spoiled brat.
[X] Saya mau dosen pembimbing yang baik, sudah senior, dan gampang ditemui.
[X] Tempat TA jangan jauh-jauh, karena saya masih harus mengambil minimal 8 SKS lagi semester ini, plus beberapa tanggung jawab lain di luar akademis.
[ ] Kalau bisa ada partner, dan harus yang nyambung.
Memutuskan bahwa topik TA saya adalah...
Dan dosen pembimbing saya adalah...
Jadi, pada intinya TA saya ini membahas aliran material kertas koran seperti ini:
Apa hubungannya sama teknik lingkungan? Bisa dianalisis dari segi konservasi bahan baku (pohon sebagai bahan baku kertas), minimasi limbah yang terbentuk dari proses produksi, minimasi sampah yang harus diolah di TPA, dan aktivitas daur ulang oleh sektor informal. Tujuan akhirnya adalah merancang suatu skenario pembangunan infrastrukturdaur ulang kertas koran bekas di Kota Bandung untuk mengoptimalkan pemanfaatan kertas koran bekas. Menarik kan? I hope everything will be going well, karena topik ini sudah sesuai dengan sebagian besar kriteria di atas (yang saya beri tanda X), dan beberapa alasan tambahan:~ Prinsip kerjanya mirip-mirip dengan prinsip kerja wartawan: observasi (terjun langsung ke lapangan) - survey – wawancara – pengumpulan data – penulisan laporan. Anggap saja ini artikel investigasi yang harus dibuat sedalam dan semenarik mungkin. Wah, saya tertantang!
~ Cita-cita saya kerja di media (bisa koran/majalah), jadi menarik sekali bisa menghubungkan itu dengan background pendidikan saya yang teknik lingkungan.
~ Kemungkinan saya nggak akan melanjutkan studi atau kerja di bidang teknik lingkungan, jadi nggak usah bikin TA yang terlalu teknis. Justru ilmu teknik lingkungan saya ingin saya aplikasikan di LSM nantinya, dan ilmu manajemen, komunikasi, dan link dari topik ini (semoga) akan sangat berguna.
~ Sudah ada beberapa orang yang pernah mengambil topik TA sejenis, jadi sudah ada gambaran. Data-data wilayah studi, lapak, bandar, dll juga sudah ada.
Terinspirasi dari beberapa teman yang membuat ‘buku TA’, saya juga sudah membeli notebook bersampul ungu dengan gambar panda nan lucu, yang akan menemani perjalanan saya meraih gelar insinyur, Maret 2009 nanti. Doakan saya ya!
Posted by Adisti Dini Indreswari at 1:07 AM 2 comments
Labels: my activities
19.8.08
You Don't Know What You've Got Till It's Gone, Till It's Gone, Till It's Gone...
I could tell from the minute I woke up
It was going to be a lonely lonely lonely lonely day
Rise and shine rub the sleep out of my eyes
And try to tell myself I can't go back to bed
It's gonna be a lonely lonely lonely lonely day
Even though the sun is shining down on me and I should feel about as happy as can be
I just got here and I already want to leave
It's gonna be a lonely lonely lonely lonely day
-Lonely Day (Phantom Planet)-
Memulai minggu pertama kuliah dengan perasaan nggak karuan. Hal-hal yang dulu aku anggap biasa saja, hal-hal yang dulu seringkali taken for granted, sekarang jadi suatu privilege. Kangen, kangen, kangen, kangen semuanya.
-si melankolis lagi mellow-
Posted by Adisti Dini Indreswari at 1:02 AM 2 comments
Labels: my diary
15.8.08
Curhat Sama Ivan
"Dia itu emang orangnya kalau kerja sama orang lain, kalau deket sama orang lain, selalu nunjukin kalau dia nggak punya intention apa-apa," katanya. "Lu sendiri nggak punya intention jelek kan ke dia?"
Aku menggeleng pelan.
"Kalau gitu maju terus, Dis!"
Hmm... intention, ya.
Hey, watch out! I'm not giving up on you! Y E A H ! ! !
Posted by Adisti Dini Indreswari at 8:07 PM 1 comments
Labels: my diary, my love life
19.7.08
Wisuda Kali Ini
Wisuda kali ini cukup spesial buat saya, karena ada beberapa orang yang spesial buat saya yang diwisuda.
Saya standby di gerbang Ganesha menunggu arak-arakan, memberi bunga dan kolase foto buat Sobat Bolang yang diwisuda: Fahri (Kimia, mantan ketua Amisca), Edo (Teknik Mesin, mantan ketua HMM), Ikur (Farmasi, mantan ketua UKB, sekarang Menteri Seni-Budaya Kabinet), dan Zack (Farmasi juga, mantan ketua UKA). Oh ya, sempat juga memberi setangkai mawar merah -spontaneously- buat bos saya, si Hendra. (He?! What the hell were you thinking, Dis?)
Walaupun teman seangkatan saya di TL yang diwisuda sekarang cuma 3 orang: Uti (dengan predikat cum laude, tentunya), Anggy, dan Fitria, dari jurusan lain ternyata cukup banyak juga... Sebagian dari mereka saya kenal sejak masih pakai seragam putih-abu saat PMB di Sabuga. Sebagian lagi baru saya kenal beberapa bulan lalu, tapi sudah saya anggap teman baik. Ada yang sudah dapat beasiswa S2, ada juga yang sudah dapat kerja.
Dulu, kami masih sama-sama di garis start, ambil ancang-ancang untuk berlari. Dan sekarang, rasanya mereka sudah meninggalkan saya... Ah, saya takut. Takut kalau nanti mereka sudah menancapkan bendera di garis finish, saya masih terengah-engah berlari. Takut tertinggal terlalu jauh. Takut terjatuh dan tidak ada yang menolong karena semuanya sudah jauh di depan saya. Tapi kalau kata salah satu teman saya yang diwisuda: “I’m going nowhere, Dis. Still be here and run together with you.”
Yah, apapun, selamat mengejar mimpi kalian. Same here, saya juga sedang mengejar mimpi saya...
Posted by Adisti Dini Indreswari at 3:12 AM 0 comments
Labels: my diary
6.7.08
My Best Friend's Wedding
Posted by Adisti Dini Indreswari at 6:53 PM 4 comments
Labels: miscellaneous
2.7.08
SMS
Aku baru ganti HP (ehm! ) Sayangnya aku nggak berhasil menemukan cara untuk memindahkan SMS-SMS-nya. Sedih banget mesti pisah sama 300an SMS yang kukoleksi selama 2 tahun pakai Nokia 6681 itu
Aku selalu menyimpan SMS waktu aku ulang tahun, waktu aku sakit, Lebaran, tahun baru, curhatan sama teman, SMS yang isinya memberi semangat atau support, dan SMS-SMS lain yang masuk kategori ‘sayang dihapus’. Cara ampuh buat mengatasi kesepian atau memperbaiki mood kalau lagi down adalah membaca ulang SMS-SMS itu. Simply just reading my old messages. Trust me, it really works. Minimal aku bisa senyum-senyum sendiri waktu membacanya.
Karena aku tipe orang yang suka mengelompokkan segala sesuatu biar lebih rapih, jadi SMS-SMS yang masuk kategori ‘sayang dihapus’ itu kumasukkan ke folder-folder. Dari 10 folder yang ada, 3 di bawah ini yang jadi favoritku dan paling sering kubaca. Sebagai kenangan terkhir, I’d like to share them here. Dari masing-masing folder kupilih 5 SMS secara acak (sumpah, secara acak! ) dan kutulis di sini tanpa diedit sama sekali. Ini dia:
1. [ganBaTte!!! =D]: SMS-SMS yang memberi semangat. Paling wajib dibaca kalau semangat lagi hilang entah ke mana. Ada 52 SMS di kategori ini.
Yandi (FT 2004) 10:03:2007 14:05
Peraturan hearing dan
berita acra. no nya tanya k
abs. aq g nytat. ntar sore
aq ksana. SEMANGAT.
Edo (Geodesi 2004) 24:01:2008 18:57
Hei,dis.Lg sibk y.Smangat y..
Boma (Elektro 2002) 18:04:2008 06:18
Adis. Salam kenal. Nice to
meet u..
Mw ingetin lg, hr ini qt
kumpul jm7 di tmpt makan.
Smangat!
Ezi (TL 2005) 09:02:2007 21:38
Sip!! Thanks pengertiannya
y dis =D
sbgi koordinator adis jg hrs
lbh smgat. Hehe
hidup semangat! Semangat
hidup (smstr 4)! Hehe
Edo (Geodesi 2004) 24:01:2008 20:10
Oh si doi.Dis,gw mndi dlu y
(sklyn gw mikrn hubgnny
ma nomat).Smangt aj dh
ngurs kp-ny!CahyoO!!
2. [get weLL soOn]: SMS-SMS waktu aku sakit, doa biar cepat sembuh, told me to take a rest, dsb. Ada 28 SMS di kategori ini.
Sano (TL 2000) 02:07:2007 08:12
ButuhASAP.
KaloDiAttachKeEmailGw,Bisa?
*****@yahoo.com
Icha (TL 2004) 24:03:2007 19:01
Ngumpul tgs +dkasih tgs
bru, yg dkumpul tgl 4, hmm
bsk blum tau euy... Paginy
mgkn mau puas2in tdr dulu
hehehe cpt smbuh y dis...
Hendra (Material 2004) 27:04:2007 11:15
Asw.Gmana cek darah nya?
Ga DB kan?moga cpt
sembuh..
Farah (temen SMA) 20:11:2007 12:12
Thnx y,mkn ma gmpg asl
hslny bgs,he.. Gw doain jg
mga lu cpt smbh+jgn skt2 lg
y!amien.. ;-)
Yusi (TL 2005) 23:04:2007 16:34
Kak,nindi ud bs dhubungin,
rapatnya jd kok..Cepet
smbuh y kak adis..=)
Irma (temen SMA) 16:08:2007 19:43
Td cm be3,gw+tari+frh, seru,
mkn2 ja+fto box.. Qay d,
take care y dis.
Miranti (TL 2004) 13:02:2008 19:49
Adiis! Gw pLg suka yg
pengobAt luka..Tampak
irOnis ckckck..Endingny
suka! Ga nyangka soaLny..
Hoho
Hendra (Material 2004) 16:01:2007 20:30
Ok.Deh,gw percaya ama
temen2..Hoho,gw seneng klo
gini.. n_n
sampe ktemu,mdh2n plg
tlat d pleno pemira mgu
dpn..
Aji (Informatika 2004) 12:04:2008 07:14
Hehe.. Ya udah gapapa. Tapi
bakal ada gelombang
terakhir kayaknya. nanti gw
kabarin lagi. Sukses ya ujian
n tugasnya..
Ezi (TL 2005) 23:08:2007 23:20
Dis,brasa abis pls aj niy.bs
tnyt nyisa bwt bbrp sms lg.
td ji mw ngasi draft lpj,tp
pas liat adis eh jd lupa aj:(
he2,makasiya dis,best
wishes 4 adis 2:)
Ayo kirim lagi SMS sebanyak-banyaknya ke nomorku, dengan senang hati akan ku-save, aku mau mulai mengoleksi SMS lagi, hehe...
Posted by Adisti Dini Indreswari at 11:48 PM 2 comments
Labels: miscellaneous
19.5.08
Bukan Pilihan Salah
Jumat, 16 Mei 2008
Aku emosi saat rapat Kabinet. Bayangkan, ada orang yang mengangkat isu tentang tim Bolang (bahkan jelas-jelas menyebut nama) di tengah-tengah rapat yang tadinya membahas isu BBM. Bukan masalah besar sebenarnya, dan masalahnya juga sudah selesai. Mungkin ini memang kultur dimana aku harus menyesuaikan diri. Mungkin juga aku sedang PMS dan jadi over sensitif, atau sifat drama queen-ku sedang muncul. Tapi aku nggak suka ada yang bicara buruk tentang tim Bolang, apalagi di depan umum. Nggak suka, nggak suka, nggak suka! Aku rela melakukan apa saja demi membela kehormatan tim Bolang!
Kalau dipir-pikir, kenapa ya?
Seorang teman sejurusan pernah bertanya, "Kok lu sampai segitunya sih Dis ke Bolang?" melihatku semangat berkampanye 'gerilya' waktu masa kampanye. Seorang teman yang lain pernah bertanya dengan polosnya, "Kenapa lu gabung sama mereka?", terkait isu 'kiri-kanan-depan-belakang-atas-bawah' yang sering dibicarakan di ITB.
Aku cuma menjawab, "Inilah pilihan gue..."
Senin, 19 Mei 2008
Intro lagu We're Going to the Star-nya Goodnight Electric terdengar dari handphone-ku, tanda ada telepon masuk. Aku tersentak dari tidur lelapku. Masih dengan mata setengah terpejam, tanganku menggapai-gapai mencari handphone yang terselip di antara tumpukan bantal dan boneka di kasur.
Jarum jam di dinding menunjukkan pukul setengah tiga pagi. "Orang macem apa sih yang nelepon jam segini!" makiku dalam hati. Di layar handphone tampak nomor tidak dikenal. Refleks, aku menekan tombol reject. Paling juga orang iseng, pikirku.
Aku sedang bersiap-siap menarik selimut kembali ketika ada SMS masuk dari nomor tidak dikenal itu. Dari salah seorang Sobat Bolang, ternyata.
"'Puasa pd prtngahn bulan spt brpuasa spnjg tahun'(H.R.Nasai, Ibn Hibban menshahihkn hadis ini) hr ini udh ayyamul bidh-tengah bulan, puasa yuk.."
Subhanallah, ternyata tadi dia mau membangunkanku untuk salat tahajud dan sahur. Aku baru ingat hari ini kami janjian puasa sunnah bareng dan buka bareng. Bukan untuk pertama kalinya. Sayang aku sedang berhalangan. Tapi mumpung sudah bangun, aku meneruskan membaca buku Principles of Water Quality Control, bahan laporan Kerja Praktekku, yang tergeletak di kasur. Tadi malam aku ketiduran saat membaca buku itu. Aku jadi merasa bersyukur dibangunkan. Kok ada ya, orang yang melawan kantuk di dini hari dan mau buang-buang waktu, tenaga, dan pulsa buat membangunkan temannya?
Kalau dicek, di folder SMS di handphone-ku dan di folder e-mail-ku banyak juga pesan dari para Sobat Bolang yang sengaja kusimpan. Dari yang isinya kata-kata bijak sampai yang sekedar memberi semangat. I know that they, somehow, are there for me. Hmm... mungkin ini alasannya kenapa aku bilang aku rela melakukan apa saja demi tim Bolang... Bukan sekedar tim sukses calon Presiden KM, ini keluarga.
Jadi ingat tiga bulan yang lalu...
Jumat, 23 Februari 2008
Menerima SMS dari Jarwo. Datang ke kantin GKU Barat dengan ragu-ragu. Bertemu Bobby, Gilang, dan beberapa orang lain yang nantinya akan jadi Sobat Bolang juga. Berbagi visi-misi dan mimpi untuk KM ITB. Menuliskan nama dan tanda tangan di lembar promotor. Menyerahkan fotokopi KTP dan KTM yang kebetulan ada di dompet.
Padahal saat itu aku sudah diajak tim lain, tapi aku belum sempat bertemu langsung dengan calon yang didukung tim itu. Tentunya ada beberapa pertimbangan kenapa akhirnya aku gabung dengan tim Bolang, tapi lebih karena intuisilah aku memilih gabung di sini.
Pilihan yang, aku tahu tiga bulan kemudian, bukan pilihan salah...
Posted by Adisti Dini Indreswari at 10:48 PM 3 comments
Labels: my activities, my diary


