Showing posts with label miscellaneous. Show all posts
Showing posts with label miscellaneous. Show all posts

11.11.09

Hello, Blog! I've Been Missing You!

So, it’s been 1… 2… 3… 4… 5 months? (If copy-pasted posts from my Facebook’s notes doesn’t count). Ever since the Facebook regime has beaten the Friendster regime and micro-blogging sites such as Twitter and Plurk are becoming huge now (By the way, I just don’t get the idea of constantly telling other people where I’m at or what I’m doing. That is way too lame!), seems like everyone leave their blogs without any recent updates. Blogging is not the same anymore.

Neither am I. I used to read a lot. I used to write a lot. I used to think, cry, mourn, and whine a lot. Now I don’t even have enough time to response to my feelings anymore. My mind is occupied with school, work, school, work, and how to find another job to earn some money. What the hell is wrong with me? Sometimes I think I need a break time, I need a little room to breathe, like how I label this blog. But life doesn’t have a parking lot, the clock keep on ticking, and we’ve got to keep on running.

Maybe all I have to do is just keep on writing then, no matter how lame it is, no matter if nobody care enough to read it. I know that I’m such an extreme introvert, and writing has always been like a therapy for me. Same thing goes with shopping. If they say
Shopping is cheaper than therapist”,hey, writing is even much cheaper! :D

Oh, by the way, one of my blog readers once asked me about how I was bragging about gloom, depression, or even suicidal tendency in my writings. Pssstt, let me share you a little secret:
Nggak semua yang lo baca itu bener.”I’ve been exaggerating a bit. There, I admit. I think every writer does the same thing, otherwise they wouldn’t able to make a best-selling novel. I just think that the unhappy feelings are parts of this so-called-life that we have to admit as much as all the happy feelings. Don’t freak out. But… I-am-OK. Oh yes, I am!

And for the very moment, let me just share you this. I copy-pasted it from someone else’s blog who copy-pasted it from someone else’s blog, too. It’s pretty much fun!

Bold whatever applies to you!

You like showers better than bubble baths.
You cannot stand pop music.
You have a sister.
You are an only child.
You have black hair.
You have blonde hair.
You have red hair.
You have glasses.
You wear contacts.
You like TV more than movies.
You don’t talk on the phone often.
You like to shop.
You like emo music.
You are tall.
You are short.
You are average height.
You have long hair.
You have medium length hair.
You have short hair.
You use AIM.
You use Yahoo IM.
You have more than 3 pets.
You like sushi.
You love sushi.
You are on a diet.
You are currently on the second floor of your house.
You have a small room.
You are in high school.
You have 1 little brother.
You have an older brother.
You are allergic to something.
You have a boyfriend/girlfriend.
You have a current crush.
You have many crushes.
You have been kissed.
You have kissed another girl.
You laugh a lot.
You have lots of friends.
You are lonely.
You are depressed.
You are listening to music.
You are doing homework.
You have school tomorrow.
You are sick.
You hate your teacher.
You think your teacher is OK.
There is drama in your school, constantly.
You are wearing sweat pants.
You are wearing socks.
You are wearing a T-shirt.
You have lost a loved one.
You hate your school.
You loved your school.
You have been picked on.
You have been yelled at.
You have gotten in a fight.
You have said a bad word.
You shop at Abercrombie and Fitch.
You play basketball.
You play softball.
You play baseball.
You play soccer.
You play football.
You hate sports.
You get manicures.
You shop at Pac Sun.
You go to the mall a lot.
You are close with your family.
You never fight with your parents.
You have been grounded.
You have driven a car.
You are listening to your iPod.
You are watching TV.
You are watching a movie.
You are listening to the radio.
You are singing.
You are happy.
You are sad.
You are blah.
You are anxious.
You are about to go somewhere.
You haven’t been out of your house for over 3 days.
Someone besides you is in the same room with you.
You love your natural hair.
You hate your eye color.
You wish you were never been born.
You write your own songs.
You write books.
You hate to write.
You hate your hometown.
You love your hometown.
You are smart.
You are average.
You are dumb.
You get good grades.
You enjoy having people at your house.
You love going to the movies with a lot of people.
You like to go bowling with your friends.
You have ice-skated before.
You like popsicles.
You think Vanilla is better than Chocolate.

Isn’t it funny, how I’m happy and sad, and how I hate and love my hometown at the very same time? Life is funny indeed. Don’t forget to laugh in our every single day then! :)

3.6.09

What I've Been Craving For Lately...


Girls (and boys, perhaps), please try this at home. Trust me, it's SUPER fun! And it's even much better than p o l y v o r e! You can pick your own model and set, and there are looots of oh-so-adorable outfits to pick!

Proudly present, my debut as fashion stylish...




Oh, how fun it would be, to work in a fashion magazine? Hey, Editor in Chief of Cosmopolitan or Harper's Bazaar or Elle, hire me, pleeeaaaseee? ^^
(Confession of a desperate jobseeker)

10 Most Memorable Things in ITB (Part II)

6. Memimpin Medkominfo
Setelah ENVIRO, saya diberi amanah yang lebih besar di HMTL: mengetuai satu departemen di kepengurusan selanjutnya, yaitu Medkominfo (Media, Komunikasi, dan Informasi-red). Apa saja yang saya lakukan selama setahun? Baca saja di sini. Senaaang sekali karena yang saya kerjakan adalah bidang yang saya cintai, dan saya bekerja bersama orang-orang yang saya cintai juga.

Lalu, apa saja yang saya dapat? Selain hal-hal teknis (contohnya saya jadi ‘terpaksa’ bisa membuat lay out), saya belajar jadi pemimpin. Dan yang lebih penting, saya mendapat teman, sahabat, saudara, dan keluarga di HMTL. Ada masa-masa saya bisa dibilang militan pada HMTL. Bahkan saya juga sempat jadi PJS ketua himpunan (baca di sini-red). 

Saya jadi setuju pada kata-kata John F. Kennedy, “Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country.” Because what you give is what you get return. Sampai sekarang, dari semua organisasi yang pernah saya ikuti, HMTL-lah yang paling bisa saya anggap rumah.

7. Jadi reporter http://www.itb.ac.id/
Di sini, saya jadi jurnalis kampus dengan gaya yang sama sekali berbeda dengan boulevard. Kalau boulevard agak-agak berprinsip ‘bad news is good news’, di sini prinsipnya ‘bad news jangan sampai diketahui orang’, hehehe...

Salah satu privilege yang saya dapat adalah akses gratis ke acara-acara kampus (selain dapat tambahan uang jajan tentunya). Di sini saya juga berlatih menjadi jurnalis yang sesungguhnya yang selalu dikejar deadline dan nggak kenal jam kerja, apalagi saya juga sekaligus jadi Sekretaris Redaksi. Gara-gara saya magang di sini juga, Mama yang tadinya nggak terlalu setuju saya menekuni jurnalistik (beliau ingin saya lebih fokus ke kuliah), malah jadi berbalik mendukung saya. Gara-garanya, suatu hari beliau googling untuk bahan pekerjaannya, eh ternyata salah satunya adalah tulisan saya!

Sayang, saya sempat tersandung masalah. Masa magang di-cut begitu saja, sepihak. Lalu bos saya (yang juga senior saya di jurusan itu) menghilang, raib seperti ditelan bumi. Padahal hak-hak saya belum diberikan. Nggak adil rasanya. Tapi ya sudahlah, saya percaya Karma, kok.

8. Jadi bagian dari keluarga besar Sobat Bolang
Pemilu Presiden KM tahun 2008, saya direkrut jadi promotor pasangan Bobby dan Gilang alias Bolang. Walaupun baru kali ini mengalami langsung hawa politik kampus yang ‘panasss’, saya benar-benar menikmati masa kampanye. Kapan lagi coba, numpang eksis dengan ikut kampanye ke kelas-kelas atau ke himpunan/unit? Kapan lagi coba, foto saya dicetak besar-besar di baligo dan dipajang di gerbang depan, dan di semua papan pengumuman di kampus?


Saya yakin kami pasti menang. Konsep yang kami tawarkan kan bagus. Kami kan kuat. Pendukung kami kan banyak.

Saat perhitungan suara, ternyata... kami kalah. Dengan selisih suara yang cuma 0,6% alias 28 suara, dan galat 29. Padahal kalau galatnya sama dengan selisih suara, yaitu 28, pemilu harus diulang. Dengan kata lain, cuma satu (iya, s-a-t-u!) suara yang menyebabkan kami kalah. (A A A A A A R R R R R G G G H H ! ! !)

Pasca kekalahan Bolang adalah salah satu momen terjatuh dalam hidup saya (baca di sini-red). Baru kali ini saya nangis selama satu hari dua malam (cuma berhenti kalau capek, habis itu nangis lagi), nggak makan dan tidur selama itu juga sampai badan rasanya sudah nggak karuan.

Tapi lama-lama saya mulai bisa mengambil hikmahnya. Kalau waktu itu kami menang, mungkin malah pembelajaran yang saya dapat nggak sebanyak ini. Bukankah kita belajar bukan saat berhasil, tapi saat gagal? Saya gagal meraih kemenangan di Kabinet, tapi ternyata Tuhan memberi saya jauh lebih berharga dibanding itu: keluarga. (Kalau ada Sobat Bolang yang baca ini, saya harap kalian nggak keberatan saya anggap keluarga) Ya, bukan sekedar tim sukses calon Presiden KM, ini keluarga. Merekalah yang selalu ada untuk saya, dan selalu mendorong saya menjadi orang yang lebih baik. Senaaang sekali bisa jadi bagian dari keluarga besar Sobat Bolang. 


9. Bergabung dengan Kabinet KM 2008/2009
Saya kira dengan kalahnya Bolang, berakhir sudah karier saya di kemahasiswaan. Alhamdulillah saya masih dipercaya. Bahkan saya sempat diajukan jadi calon menteri Kominfo (Komunikasi dan Informasi-red) dan ikut fit and proper test (baca di sini-red), walaupun akhirnya cukup mengambil amanah sebagai second man alias Wakil Menteri.

Aneh juga rasanya berada di Kabinet tapi menjalankan visi misi orang lain, bersama tim lain. Baru delapan hari setelah muker, ada sedikit clash sama seorang oknum, yang ujung-ujungnya saya menangis di sekre (baca di sini-red). Tapi sejak itu saya bertekad: saya nggak mau kejadian itu terulang lagi, saya harus kuat! HARUS! KUAT!

Di Kabinet saya belajar banyak, terutama soal profesionalisme dan itu tadi, jadi kuat. Gara-gara jadi Wakil Menteri Kominfo juga, mau nggak mau saya harus selalu melek isu, seperti waktu harga BBM naik atau kisruh RUU BHP.

Tapi entahlah, rasanya kok berat sekali mengemban amanah ini. Bebannya 10 kali lipat lebih banyak daripada himpunan atau unit, tapi support-nya 10 kali lipat lebih sedikit (ini murni opini saya pribadi, no offense ya). Apalagi menteri saya menghilang, saya sempat dua bulan jadi PJS Menteri. Di tengah-tengah kepengurusan, menteri saya itu officially mengundurkan diri, lalu kami mengalami reshuffle dengan saya tetap sebagai Wakil Menteri.

Saya akhirnya cuma bisa menjadikan Kabinet ‘kantor’, bukan ‘rumah’. Ada hal lain (baca: TA) yang sangat menyita waktu, energi, dan perhatian saya, juga organisasi lain (dengan rakusnya saya juga mengambil amanah sebagai ketua divisi di Rumah Belajar pada waktu yang sama). Nggak usah dibahas apa, siapa, atau kenapanya, dengan ini saya menyatakan bahwa saya gagal sebagai Wakil Menteri. 


10. Tugas Akhir
Judul TA saya adalah “Analisis Aliran Material Kertas Koran Bekas di Kota Bandung” (baca di sini-red). Sejak pertama kali pembimbing (waktu itu masih calon pembimbing) saya menawarkan topik ini, saya langsung jatuh cinta. Saya memang mencari topik TA yang nggak mengharuskan saya berada di laboratorium.

TA saya ini penelitian lapangan. 2 penerbit koran, 190 rumah tangga, 57 pemulung, 49 tukang loak, 29 lapak, 34 bandar, 3 pasar tradisional, 4 instansi pemerintah, dan tadaaa... jadilah TA saya. Kepanasan, kehujanan, berkotor-kotor, ditolak gara-gara dikira mau minta sumbangan, dicuekin, ditinggal di halaman, dipingpong waktu minta data di instansi pemerintah, semua dukanya sudah saya alami deh.

Untung saya suka topik TA ini, dan saya tipe orang yang bisa total melakukan hal yang disuka. Untung juga sejak mengajukan UGB (Uraian Garis Besar-red) sampai menjilid laporan, nggak ada kendala yang berarti. Nggak ada cerita harus mengulang ngelab karena ada yang salah (hiiiy… untung saya sama sekali nggak berurusan sama laboratorium). Nggak ada cerita pembimbing susah ditemui sampai harus didatangi ke rumahnya, seperti yang harus saya lakukan waktu Kerja Praktek, atau seperti teman saya yang janjian sama pembimbingnya hari Senin, eh pembimbingnya itu baru datang hari Selasa. Nggak ada cerita file terhapus gara-gara virus sehari sebelum pengumpulan. Nggak ada cerita pembantaian waktu Sidang.

Rasanya saya harus bersyukur, ada saja teman yang menawarkan bantuan tanpa diminta, seperti Icha yang menjadikan kuesioner saya Kerja Pakteknya, atau Adi yang mau mengantar saya keliling Bandung naik motor karena penasaran. Duh, saya jadi merasa nggak enak karena sering cuek sama orang lain, tapi ketika giliran saya yang butuh, ternyata banyak orang yang ada untuk saya. Untung juga Sidang dan wisuda diundur sebulan gara-gara Dies Emas ITB, so I was saved by the bell, I’m such a lucky bastard, haha!

Saya berhasil menyelesaikan TA dalam waktu lima bulan saja dan menepati janji pada orangtua untuk wisuda April.

***

Untuk ITB: Terima kasih untuk semua pelajaran dan pengalaman yang nilanya tidak terukur. Bukan hanya di ruang kuliah, perpustakaan, atau laboratorium, tapi juga di sekretariat organisasi, tempat kegiatan kemahasiswaan, bahkan di kantin dan jalanannya. Terima kasih telah membuat saya menjadi saya yang sekarang ini. Terima kasih telah memberi saya teman, sahabat, bahkan saudara.

Dan, seperti yang saya ikrarkan waktu wisuda:


Saya berjanji

Akan senantiasa menjunjung tinggi

Nama baik almamater saya

Institut Teknologi Bandung

17.4.09

10 Most Memorable Things in ITB (Part I)

Waaaaw sudah lama nggak menjamah blog... Hari ini, gladi resik wisuda di Sabuga. Padahal rasanya baru kemarin saya ada di gedung yang sama untuk Sidang PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru-red). Kalau buat kebanyakan orang masa paling indah adalah masa SMA, buat saya masa kuliahlah yang paling indah. Mungkin karena sepuluh hal ini yang membuat 4,5 tahun saya di ITB jadi nggak terlupakan. Disusun berdasarkan urutan kejadiannya, here they are...

1. MPAM (Masa Pembinaan Anggota Muda-red) HMTL

Berlembar-lembar kertas pun rasanya nggak akan cukup buat menulis semua kenangan selama MPAM. Pakai kostum yang ‘nggak banget’: celana training TPB (Tahap Persiapan Bersama-red), kaos angkatan dengan tulisan “No Selfish Generation” (yang sering dipelesetkan, “Kalian nggak jualan ikan ya?” atau “No selfish, but sell vegetables:D), name tag dengan nama teknik lingkungan (nama saya dulu “v-notch”, yaitu alat untuk mengukur debit air), jaket tebal, rambut dikepang dua pakai karet gelang warna hijau, sepatu olahraga, dan tas carrier yang beratnya sampai 13 kg gara-gara batu bata juga dimasukkan. Digojlok dari subuh-subuh sampai jam 1 pagi. Push up pakai ponco di bawah derasnya hujan. Dikerjai habis-habisan saat malam swasta. Bikin simulasi pengolahan air. Bikin berbagai formasi dari formasi standar, formasi jalan, formasi satu, sampai formasi NIM dengan berbagai variasinya. Meneriakkan yel-yel angkatan, dari versi Bahasa Inggris sampai Bahasa Sunda. Foto di pinggir Sungai Cikapundung. Trekking dan nanam pohon di Punclut. Bikin performance angkatan. Bikin resume pakai mesin tik. Kumpul di basecamp, bikin tugas yang banyaknya minta ampun itu sambil nyanyi-nyanyi + main gitar. Setelah enam bulan, akhirnya kami dapat jaket hijau HMTL. Wah... bangganya!

Selain berat turun 7 kg dan kulit menghitam, banyak hal yang saya dapat selama MPAM. Yang lebih penting lagi, angkatan saya jadi solid. Makanya saya justru kasihan sama angkatan yang nggak mengalami osjur. They miss sooo many things!

2. Jadi Anggota Boulevard
Journalism is one of my biggest passions. Di ITB saya daftar dua unit: LFM (photography and cinematography are things I’m passionate about, too) dan Boulevard. Tapi akhirnya saya memilih satu saja: Boulevard.

Di sini saya belajar banyak hal: berkomunikasi (baca: memancing dan merayu narasumber supaya diberi info), spirit untuk nggak gampang menyerah mencari info ke mana-mana, mencari hal yang menarik dari topik yang sebenarnya biasa saja (paling sebal kalau dapat info menarik tapi narasumbernya bilang, “Ini off the record ya!”, A A A R R G H !), dan tentu saja menulis. Yang paling saya suka dari menjadi jurnalis kampus adalah bisa kenal sama orang-orang penting di kampus, dari ketua himpunan sampai rektor. Saya juga merasakan sensasi luar biasa ketika melihat tulisan saya di-publish dengan nama lengkap saya dicantumkan, lalu disapa orang, “Dis, gue baca tulisan lu di Boulevard yang baru.” Atau ketika berkenalan dengan orang baru, “Kayaknya pernah denger nama lu. Ooh, pernah nulis di Boulevard ya?”

Boulevardlah yang pertama mengenalkan saya pada dunia jurnalistik, dan membuat saya sadar saya benar-benar menyukai dunia ini, I belong here, dan saya akan terus di sini.

3. Kimia oh Kimia...
Satu hal yang saya sesali selama di ITB adalah TPB saya yang hancur-hancuran. Saya sempat mengulang Kalkulus dan Kimia Dasar selama dua semester. Waktu kuliah Kimia Dasar I, ada tiga kali ujian: UTS I, UTS II, dan UAS. Kalau nilai dari dua UTS sudah cukup, kita boleh nggak ikut UAS. Waktu itu setelah dua UTS, saya baru dapat nilai D.

Bersama sekitar separuh kelas, saya ikut UAS. Soal baru selesai dibagikan ketika pengawasnya bertanya, “Di sini siapa yang masih dapet D atau E?”

Sebagian dari kami mengangkat tangan.

“Wah, gawat. Kalian jangan sampai ngulang Kimia. Kalian saling bantu aja lah ya. Yang ngerasa bisa tolong temen-temennya dibantu. Kalian nggak mau kan liat temen kalian ngulang.”

Wah, rasanya seperti dapat durian runtuh. Sontak kami heboh tanya sana-sini, bahkan tanya ke si pengawas dan mengambil catatan di tas. Saya sudah PD saat mengumpulkan lembar jawaban. Jawaban saya, dari awal sampai akhir, sama persis dengan Hendrik, teman saya yang pintar-rajin-belajar-baik-hati-dan-tidak-sombong, yang sebenarnya sudah dapat nilai B. Nilai B sudah ada di tangan saya!

Ketika hasilnya diumumkan... saya dapat nilai D. Separuh kelas nggak lulus. Ternyata oh ternyata... ‘aksi’ kami saat UAS yang kelewat heboh dan berisik itu ketahuan pengawas kelas sebelah, lalu dia melapor ke dosen, dan UAS kami nggak dianggap. Dengan kata lain nilai yang dipakai adalah nilai dari dua UTS saja.

Ouch. S-H-I-T ! ! !

(Oh ya, kabar yang saya dengar, pengawas kelas kami yang sebenarnya niatnya baik itu kena skors. Kasihan ya...)

Jadilah saya mengulang Kimia Dasar I. UTS I, nilai saya lumayan. UTS II, nilai saya lumayan juga. Saya kira saya sudah nggak usah ikut UAS lagi. Saya malah sudah pergi liburan. Saya baru tahu kalau peraturannya diubah (jadi harusnya saya ikut UAS) beberapa hari setelah UAS berlangsung. Bodohnya, saya sama sekali nggak tahu waktu itu ada UAS! OK, mungkin ini hal terbodoh seumur hidup saya. Dan waktu itu nggak ada UAS susulan.

Padahal nilai saya kritis. Saya stres berat! Terbayang-bayang terus dua huruf itu: DO. Ini kan sudah kesempatan kedua saya, dan batas waktu menyelesaikan TPB memang cuma dua tahun alias dua kesempatan. Teman-teman ikut khawatir. HMTL turun tangan. Dosen wali ikut pusing. Dosen dan petugas-petugas TU Kimia saya teror terus.

Untung kekhawatiran saya ngak jadi kenyataan. Saya tetap dapat nilai D, tapi karena IPK TPB saya sudah cukup jadi saya nggak usah mengulang lagi. Senaaang sekali dapat nilai D!

4. Jadi Panitia Inti OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa-red) 2006
Selama di ITB, lima kali berturut-turut saya terlibat di OSKM (atau apapun namanya): tahun 2004 jadi peserta, 2005 jadi taplok, 2006 di divisi Acara, 2007 jadi mentor umum, dan 2008 jadi mentor umum lagi. Tapi yang paling berkesan tentu saja OSKM 2006. Dari awal, pihak rektorat sudah main larang kaderisasi di ITB, dengan bentuk apapun, dengan nama apapun. Alhasil kami harus main kucing-kucingan. Walaupun sudah berusaha melobi dan menunjukkan itikad baik, tetap saja dilarang-larang.

Dua bulan persiapan OSKM jadi dua bulan yang sangat melelahkan buat saya-mentally. Saya sebelumnya bukan siapa-siapa di kemahasiswaan, sekarang langsung jadi panitia inti OSKM bersama orang-orang idealis, dalam kondisi yang serba sulit. Tanpa mengecilkan arti divisi-divisi lain, menurut saya divisi Acaralah yang memegang peran paling besar. Kami yang menurunkan materi dan membuat rundown acara. Semua yang dilakukan panitia lapangan pada hari-H pun berdasarkan arahan yang kami buat. Semuanya sudah kami alami: diancam skorsing, diancam DO, didatangkan intel, sampai dipanggilkan Brimob (seriously!).

Hari-H, cuma sekitar 100 dari 3000 angkatan 2006 yang bernyali untuk datang. Kampus ditutup. Saat closing, semua peserta, panitia, dan massa kampus berbaur membawa bendera merah putih raksasa menerobos paksa masuk kampus. Wow, it was an unforgettable moment. Bangga rasanya jadi bagian dari sejarah. Dengan sedikitnya jumlah peserta, orang luar mungkin menganggap kami gagal. Tapi menurut saya, kami berhasil. Berhasil membuat statement untuk kemahasiswaan.

Oh ya, tim Acara OSKM 2006 adalah salah satu tim tersolid yang pernah saya punya. Selain jadwal rapat, kami juga punya jadwal lari pagi bareng, sarapan bareng, mentoring, sampai-sampai ada dresscode setiap rapat. Sampai sekarang pun masih sering kumpul-kumpul. OSKM 2006 jugalah yang memunculkan idealisme saya dan akhirnya membuat saya memutuskan untuk terus nyemplung di dunia kemahasiswaan.

5. Jadi Editor in Chief ENVIRO Edisi 3 (baca di sini-red)
Ini adalah majalah yang diterbitkan HMTL yang bisa dibilang cukup ‘niat’ karena dicetak di kertas art paper, full color, dan disebarkan gratis se-Bandung. Cukup surprised juga waktu diminta jadi Editor in Chief, karena sebelumnya saya nggak terlalu aktif di himpunan. Tapi karena kebetulan ini bidang yang saya suka, apa salahnya mencoba.

Ini pengalaman pertama saya memimpin sesuatu. I wasn’t a natural born leader indeed, so it wasn’t easy for me for the first time. Rapat perdana, saya bingung harus ngomong apa. 90% kerjaan akhirnya saya tangani sendiri: saya mengedit dan membuat lay out setiap halamannya, menelepon perusahaan satu per satu buat danus, mengetik dan menyetak proposal sampai mengirimkannya ke perusahaan-perusahaan, survey kertas, mengecek ke percetakan, mengangkut-angkut majalah yang sudah selesai dicetak, sampai keliling-keliling toko buku, SMA, dan universitas di Bandung waktu distribusi.

Saya sempat hampir putus asa karena susah dapat sponsor. Untung ada almarhum Profesor Asis Djajadinigrat yang memberikan link ke GM PT. Newmont, bahkan memberi bantuan dana dari Laboratorium Kualitas Udara (waktu itu beliau ketuanya). Jasa-jasamu tak akan kulupakan, pak...

Target saya tercapai: ENVIRO terbit dengan jumlah eksemplar dua kali lipat dari sebelumnya. Tapiii... saya sempat merasa gagal gara-gara banyak salah ketik, missing text, lay out kurang rapih, hasil cetakan foto nggak tajam, dan lain-lain. It was way far from perfect. Untung ada teman-teman di HMTL yang men-support saya. Mereka bilang, hal-hal kecil seperti itu nggak kelihatan dibanding hal besar yang sudah kami lakukan. If I look back then, I think they’re kinda right...



-to be continued biar nggak kepanjangan :D :D :D-

12.2.09

Pemberitahuan yang Tertunda (Tidak Apa-apa Deh...) ;-)

Tadaaaaa... Poster Seminar Tugas Akhir saya, yayy yayy yayy...!!! :D


(click for larger image)

Lumayan niat lho bikinnya semalaman di Photoshop dan Corel. Bernuansa gothic dan old dengan warna hitam dan ungu tua (my fave colors ever), background black lace, dan perkamen tua.

27.1.09

Tagged!

OK, so, I’ve been tagged by this guy. Sebenarnya selama tiga tahun ngeblog, ini pertama kalinya saya di-tag. Y A Y Y Y ! ! ! Here, the task is done, Master ;-)


Okay, here’s the rule :
Use Google Image to search the answers to the questions below. Then you must choose a picture in the first page of results, and post it as your answer. After that tag 7 people.

::the age of next birthday::



Which is still 12 months to go. Sebenarnya saya baru berulangtahun ke 22 bulan ini. Hmm… twenty something, but I feel like I’m still 17 inside. Gosh, grow up, Dis.

::place i’d like to travel::

The city of love. Why France? Pertama, karena saya sukaaa sekali Bahasa Perancis dan aksennya. Pernah les, tapi ternyata jauh lebih susah dari Bahasa Inggris dan akhirnya tidak saya teruskan. Kedua, karena Perancis begitu indah (saya lihat di beberapa film ber-setting Perancis, seperti Paris, Je T’aime dan The Da Vinci Code). Saya selalu terkesan pada negara-negara Eropa dengan jalan-jalannya, deretan pertokoannya, rumah-rumahnya, gereja-gereja tuanya, kastil-kastil tuanya, taman-tamannya, dan sungai-sungainya. Ketiga, karena Perancis punya empat musim. Saya ingin main salju (salju betulan, kalau di Ice World Ancol sih pernah ;p). Saya ingin pakai long coat, syal tebal, gloves, dan sepatu boots saat winter, dan summer dress saat summer. Haha!

::a favourite place(s)::

Saya ini anak rumahan.


Dari Aksara sampai Pasar Palasari, saya suka sekali mengautis sendirian berjam-jam di sana.

::name of my love::



Gambar di atas benar-benar seperti potret keluarga saya: ayah, ibu, dan satu anak perempuan.
(Sebenarnya saya tidak mengerti pertanyaannya, jadi saya tafsirkan sendiri)


::a favourite food(s)::

Chocolate bars, susu coklat, roti coklat, selai coklat, meses, blackforest, pudding coklat, hot chocolate, ice chocolate, wafer coklat, biskuit coklat, bolu coklat, choco chip, es krim coklat, anything with chocolate. Sebenarnya ini karena saya tidak begitu suka makan yang berat-berat dan lebih suka ngemil.

You name it: mie instan aneka rasa aneka merk, semua produk restoran cepat saji, gorengan pinggir jalan, minuman manis berpengawet dan pemanis buatan, keripik dalam kemasan, mie bakso ber-MSG… Gosh, what an unhealthy life that I’m living. Untungnya saya tidak minum minuman bersoda karena punya penyakit maag yang cukup parah.

Japanese food: sushi, ramen, yakiniku, takoyaki, dll. Biasanya saya suka.

::a favourite thing::

I’m a magazines freak! Dalam sebulan saya bisa membeli sampai enam majalah, dalam maupun luar negeri. Dari yang memang untuk perempuan seumur saya, sampai yang ‘aneh’ seperti Animonster (padahal sejak kapan saya suka anime?) atau National Geographic. Saya suka memerhatikan setiap detailnya, seperti komposisi warna di satu halaman, di sudut mana mereka menaruh nomor halaman, atau bagaimana cara mereka menyapa pembacanya (setiap majalah pasti punya ciri khas). My dream job is to work in a magazine, especially fashion and lifestyle magazine, seperti Carrie Bradshaw di serial Sex and the City.

::nickname i had::
Can't believe they have my name! Yayyy!!!

::a favourite color(s)::

Ungu karena unik, jarang ditemui (biru identik dengan laut dan langit, hijau identik dengan pepohonan, kuning identik dengan matahari, coklat identik dengan tanah, merah identik dengan mawar, tapi kalau ungu… jarang kan?), terkesan misterius dan sophisticated. Hitam karena terkesan tough, ‘dalam’, dan sophisticated juga. Merah karena menurut saya ini warna yang paling stand out dan mencolok di antara warna-warna lain.

::college major::

Superheroes don’t save the world. We do ;-)

::a hobby::
Baca buku. Waktu kecil saya lebih suka dibelikan buku cerita bergambar daripada mainan. Waktu SD ketika teman-teman sebaya saya masih asyik membaca komik, saya sudah membaca novel yang tidak ada gambarnya. Waktu SMA ketika teman-teman sebaya saya masih asyik membaca teen lit, saya sudah mulai tertarik pada sastra.

::a bad habit::
Saya suka menunda-nunda pekerjaan sampai menit terakhir. But, “A journalist is stimulated by deadlines. He writes worse when he has times.” ;-)

::my wish list::

My wish list could bore you 'cause it would be sooooo long (it involves several books I’d love to own and those killer shoes I saw in Charles and Keith yesterday,
hehehe…) Tapi saya akan menulis beberapa yang paling saya inginkan saja untuk tahun ini:

Menjadi orang yang lebih religius dan dekat dengan Allah


Wisuda dari ITB, April 2009!

Kuliah lagi. Melanjutkan S2 tentang komunikasi, di UI atau Unpad

Get a job. Get a proper job. Make my own money.


Meet a good, lovely guy and develop a serious relationship. Well, who knows?


I used Deviantart for some of the images above instead of Google Image, hopefully it’s OK enough.

Now I must tag 7 people. And the lucky seven are…
(saya cari yang kira-kira belum di-tag)

1. Christy

2. Icha

3. Essa

4. Shally

5. Gilang
6. Bambang

7. Kamu. Iya, kamu, yang membaca tulisan ini dan terinspirasi. Feel free to tag yourself.

And don’t forget to let me know when the task is done, OK? ;-)

1.12.08

...

Having a lack of passion to write lately. Something I usually get passionate about. Something that always been my deepest obsession. Don't know how or why.

Pathetic...

11.11.08

Quote of the Day


"For me, a perfect chocolate bar should be bitter sweet, not all sweet, and certainly not all bitter, for then you lose all the fun." -Grow A Day Older, Rectoverso (Dee)-

And so is life. Just enjoy every bite of it! :D

6.7.08

My Best Friend's Wedding



Namanya Miranti Mayangsari. Kami biasa memanggilnya Mir. Waktu awal kuliah, aku belum terlalu dekat dengannya. Badannya mungil, kulitnya putih, giginya dibehel, rambutnya pendek diikat ekor kuda, dan berkacamata. Tipe cewek yang meninggalkan imagecute’ hanya dengan sekali melihat. Apalagi first impression-nya juga agak childish. Bibirnya selalu tersenyum dan matanya selalu berbinar-binar, ramah dan ceria. At first, I thought she was just another pretty face.

Turns out that I was wrong. Tingkat 2, kami mulai dekat. Mulai duduk sebelahan saat kuliah, makan siang bareng, main bareng, curhat, dan saling memberi kado saat ulang tahun. Nggak butuh waktu lama untuk bisa klik sama dia. She’s so lovable. Ternyata dia jauh lebih dewasa dari yang kukira. Mungkin karena dia anak sulung, punya 2 adik. Ternyata dia pintar. Nilai-nilainya (aku heran) selalu bagus, bahkan dia pernah jadi nominasi mahasiswa berprestasi se-TL. Rumahnya sering jadi basecamp kami sebelum ujian. Ternyata dia hardworker. Itu yang aku simpulkan setelah beberapa kali satu kepanitiaan dengannya di himpunan. Ternyata dia tipe teman yang care, super baik, dan nggak tegaan sama orang. Dan yang paling penting, dia percaya aku bisa menulis. Dia yang memberi support saat aku jadi reporter itb.ac.id. Dia juga yang membaca dan mengomentari cerpen-cerpenku. Makasih Mir...

Surprise, waktu dia memutuskan untuk memakai jilbab. Akhir tingkat 2, kalau nggak salah. T-shirt pendek pas badan yang biasa menempel di tubuh mungilnya ia ganti dengan blus serba panjang yang lebih sopan. Kadang-kadang ia juga memakai rok panjang ke kampus. Ah, sahabatku ini telah membuat satu langkah besar dalam hidupnya...

She’s not just another pretty face. Pantas saja, guys are crazy over her. Seperti yang kutulis di atas, she’s just so lovable. Nggak banyak cewek yang punya inner beauty as well as outer beauty seperti dia.

Suatu hari Sabtu/Minggu di bulan April tahun lalu, aku kebetulan bertemu dengannya di kampus. “Dis, gue mau cerita,” katanya saat kami berjalan menyusuri Campus Center yang sepi. Nggak seperti biasanya, dia terlihat seperti orang linglung. Beberapa kali dia menangkupkan tangan ke mukanya, atau memelukku dan menyandarkan mukanya di bahuku lalu melepasnya lagi. Seolah-olah bingung jadi cerita atau enggak.

“Tentang apa, Mir?”

“Tentang cowok. Ada cowok...” dia bingung melanjutkan kalimatnya.

“Cowok yang mana?” ini pertanyaan yang wajar untuk seorang Miranti.

“Lu nggak kenal.”

“Emang kenapa? Masalahnya apa?” aku belum mengerti.

“Gue dilamar!”

Aku langsung shock. Waktu itu kami masih tingkat 3, buatku dia masih Miranti yang cute dan ‘anak kecil’ . Dia lalu memelukku lagi. Aku jadi ikut bingung harus bagaimana, aku kan belum pernah mengalami ini. Di depan lapangan basket, aku cuma bisa memberi saran untuk salat istikharah. Biar Yang di Atas yang menunjukkan jalannya.

Sejak itu, aku nggak pernah bertanya apa-apa lagi. Kami sepakat untuk merahasiakan dulu hal ini. Lama-lama teman-teman dekat yang lain mulai tahu. Dia bilang, jawaban dari salat-salatnya adalah “ya”. Tinggal masalah waktu. Setahuku, sejak putus dari pacarnya yang terakhir, dia memang nggak mau pacaran lagi, mau langsung menikah. Ternyata dia menemukan pasangan hidupnya lebih cepat dari yang aku (dan dia sendiri) bayangkan. Lucky her...

Hali-Miranti

Akhirnya hari bahagia itu tiba juga. She looks prettier than ever today, her wedding day. Whoa... terharu banget rasanya... Seorang sahabatku sudah menikah. Selamat menempuh hidup baru ya Mir... I’m sooooo happy for you!!! Doakan saya segera menyusul, haha...

Bunga, Ade, Reswa, aku, Christy, Nophe, Rani, Nova, Andin, Cinta pakai baju kembaran

2.7.08

SMS

Aku baru ganti HP (ehm! ;)) Sayangnya aku nggak berhasil menemukan cara untuk memindahkan SMS-SMS-nya. Sedih banget mesti pisah sama 300an SMS yang kukoleksi selama 2 tahun pakai Nokia 6681 itu :((Aku selalu menyimpan SMS waktu aku ulang tahun, waktu aku sakit, Lebaran, tahun baru, curhatan sama teman, SMS yang isinya memberi semangat atau support, dan SMS-SMS lain yang masuk kategori ‘sayang dihapus’. Cara ampuh buat mengatasi kesepian atau memperbaiki mood kalau lagi down adalah membaca ulang SMS-SMS itu. Simply just reading my old messages. Trust me, it really works. Minimal aku bisa senyum-senyum sendiri waktu membacanya.

Karena
aku tipe orang yang suka mengelompokkan segala sesuatu biar lebih rapih, jadi SMS-SMS yang masuk kategori ‘sayang dihapus’ itu kumasukkan ke folder-folder. Dari 10 folder yang ada, 3 di bawah ini yang jadi favoritku dan paling sering kubaca. Sebagai kenangan terkhir, I’d like to share them here. Dari masing-masing folder kupilih 5 SMS secara acak (sumpah, secara acak! :P) dan kutulis di sini tanpa diedit sama sekali. Ini dia:


1. [ganBaTte!!! =D]:
SMS-SMS yang memberi semangat. Paling wajib dibaca kalau semangat lagi hilang entah ke mana. Ada 52 SMS di kategori ini.

Yandi (FT 2004) 10:03:2007 14:05
Peraturan hearing dan
berita acra. no nya tanya k
abs. aq g nytat. ntar sore
aq ksana. SEMANGAT.

Edo (Geodesi 2004) 24:01:2008 18:57
Hei,dis.Lg sibk y.Smangat y..

Boma (Elektro 2002) 18:04:2008 06:18
Adis. Salam kenal. Nice to
meet u..
Mw ingetin lg, hr ini qt
kumpul jm7 di tmpt makan.
Smangat!

Ezi (TL 2005) 09:02:2007 21:38
Sip!! Thanks pengertiannya
y dis =D
sbgi koordinator adis jg hrs
lbh smgat. Hehe
hidup semangat! Semangat
hidup (smstr 4)! Hehe

Edo (Geodesi 2004) 24:01:2008 20:10
Oh si doi.Dis,gw mndi dlu y
(sklyn gw mikrn hubgnny
ma nomat).Smangt aj dh
ngurs kp-ny!CahyoO!!



2.
[get weLL soOn]: SMS-SMS waktu aku sakit, doa biar cepat sembuh, told me to take a rest, dsb. Ada 28 SMS di kategori ini.

Sano (TL 2000) 02:07:2007 08:12
ButuhASAP.
KaloDiAttachKeEmailGw,Bisa?
*****@yahoo.com

CepetSembuhYa.Istirahat...

Icha (TL 2004) 24:03:2007 19:01
Ngumpul tgs +dkasih tgs
bru, yg dkumpul tgl 4, hmm
bsk blum tau euy... Paginy
mgkn mau puas2in tdr dulu
hehehe cpt smbuh y dis...

Hendra (Material 2004) 27:04:2007 11:15
Asw.Gmana cek darah nya?
Ga DB kan?moga cpt
sembuh..

Farah (temen SMA) 20:11:2007 12:12
Thnx y,mkn ma gmpg asl
hslny bgs,he.. Gw doain jg
mga lu cpt smbh+jgn skt2 lg
y!amien.. ;-)

Yusi (TL 2005) 23:04:2007 16:34
Kak,nindi ud bs dhubungin,
rapatnya jd kok..Cepet
smbuh y kak adis..=)


3. [I'veGotFriend(s)]: SMS-SMS yang memberi doa, support, told me to take care, curhatan, or else that will remind me that I’ve got friends, indeed. Ada 101 SMS di kategori ini.

Irma (temen SMA) 16:08:2007 19:43
Td cm be3,gw+tari+frh, seru,
mkn2 ja+fto box.. Qay d,
take care y dis.

Miranti (TL 2004) 13:02:2008 19:49
Adiis! Gw pLg suka yg
pengobAt luka..Tampak
irOnis ckckck..Endingny
suka! Ga nyangka soaLny..
Hoho

Hendra (Material 2004) 16:01:2007 20:30
Ok.Deh,gw percaya ama
temen2..Hoho,gw seneng klo
gini.. n_n
sampe ktemu,mdh2n plg
tlat d pleno pemira mgu
dpn..

Aji (Informatika 2004) 12:04:2008 07:14
Hehe.. Ya udah gapapa. Tapi
bakal ada gelombang
terakhir kayaknya. nanti gw
kabarin lagi. Sukses ya ujian
n tugasnya..

Ezi (TL 2005) 23:08:2007 23:20
Dis,brasa abis pls aj niy.bs
tnyt nyisa bwt bbrp sms lg.
td ji mw ngasi draft lpj,tp
pas liat adis eh jd lupa aj:(
he2,makasiya dis,best
wishes 4 adis 2:)


Ayo kirim lagi SMS sebanyak-banyaknya ke nomorku, dengan senang hati akan ku-
save, aku mau mulai mengoleksi SMS lagi, hehe... ;)

15.11.07

Hore... Blog Baru!

Let me call myself... a journalist and writer in progress. Karena selama ini tulisan-tulisan yang pernah kubuat kurang terarsipkan dengan baik, jadi aku bikin blog ini khusus buat tulisan-tulisanku yang bersifat feature dan yang sudah pernah dipublikasikan. Ada juga cerita di balik setiap tulisan. Buka ya!!!

 
design by suckmylolly.com