7.4.08

Kekalahan yang Menyakitkan

Kami menundukkan kepala di belakang pintu.
“Kita kalah, Ma,” bisikku.
“Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.”

-Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer), hal. terakhir-


Reaksi pertama
? Nggak bisa menerima kenyataan. :-OBerharap ini cuma mimpi dan aku akan segera terbangun, berharap ada yang salah dan seseorang akan meralatnya.

Selisih suara yang sangat tipis bikin pikiran-pikiran seperti, “Seandainya begini... seandainya begitu... kalau saja begini... kalau saja begitu...” jadi terlintas. Banyak analisa, banyak penyesalan.

Lalu jadi defensif dan ingin menyalahkan orang lain. Aku sudah all out supaya bisa menang di kandang sendiri, padahal pesaing punya banyak orang kuat, aku jadi mesti memeras otak buat mencari celah. Tapi apa semua anggota tim sudah begitu? Rasanya masih ada yang setengah-setengah deh.

Kesal membayangkan semua agenda dan rencana jadi nggak bisa terealisasi. Dan sedih membayangkan nggak bisa bareng lagi sama orang-orang yang selama 1,5 bulan terakhir ini selalu bareng.

Dan yang pasti, kesal membayangkan wajah orang-orang yang kemarin berusaha memprovokasi dan menjatuhkan kami, sekarang pasti sedang tertawa puas!!! U G H ! ! ! Kok bisa ya, ada orang sejahat itu? X(Padahal calonnya kan ada 3, kenapa cuma kami yang selalu diserang? Dan kenapa juga orang-orang di timku terlalu ‘lurus’ dan nggak menyerang balik?

Ini bukan pertama kalinya aku mengalami yang namanya ‘kalah’ atau ‘gagal’, tapi rasanya belum pernah sesakit ini. Mungkin karena dari awal yang terpikir adalah menang, menang, dan menang. Aku sendiri nggak menyangka bisa sampai separah ini: nangis selama 1 hari 2 malam (berhenti kalau capek, habis itu nangis lagi), nggak makan dan nggak tidur dengan layak juga selama 1 hari 2 malam, badan lemas, maag kambuh, mata merah dan bengkak, masih terbawa aura perhitungan suara yang tegang, hati nggak tenang...

Tapi, setelah energi habis, air mata kering, mengikuti saran Hendra untuk ambil air wudhu-salat malam-tilawah buat menenangkan hati (Seumur-umur curhat sama orang, baru kali ini ada yang memberi saran seperti itu. But hey, it works! :)), dan kumpul-kumpul lagi sama tim, akhirnya mulai bisa berpikir positif... Toh calon yang menang adalah orang yang kuanggap teman baik, sama seperti aku menganggap calon yang kudukung. Jadi nggak sakit-sakit banget. Lagipula, pasti ada hikmah di balik semua ini. Let’s think positive. Satu hal yang bikin aku puas, aku berhasil menang di kandang sendiri, and they appreciate me for that. Yah, something bigger might be waiting for me out there...

Lessons learned:

~ God works in His mysterious way. Dia punya rencana sendiri. Hal yang kita anggap baik untuk kita, mungkin sebenarnya buruk. Dan hal yang kita anggap buruk untuk kita, mungkin sebenarnya baik. –Al Qur’an surat Al Baqarah-
~ Segala sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas dan disempurnakan dengan totalitas pasti akan memberikan dampak positif untuk diri kita sendiri dan orang lain. –Hendra-
~ Sang juara bukan orang yang selalu berhasil, tapi orang yang belajar banyak dari cobaan kecil. –Bobby-
~ Luruskan niat. Niat kita kan untuk kemahasiswaan ITB, bukan untuk mencari eksistensi atau kekuasaan. Jadi Presiden atau MWA cuma salah satu caranya. Kalau cara ini nggak berhasil, ya cari cara lain, yang penting niat itu bisa terwujud. -Someone di tim, lupa siapa-
~ Di ‘luar’ sana dunia jauh lebih kejam. Banyak yang saling menjatuhkan dan main kotor. I must learn to be tough if I want to survive. Anggap saja ini latihan. –Mama-
~ Kita belajar banyak bukan saat berhasil, tapi justru saat gagal. -Poppy-
~ Kalah menang itu biasa. -Andin, yang kapten tim basket sekaligus tim voli HMTL -
~ Jangan pernah lupa diri dan merasa ‘di atas angin’. Always prepare for the worst.
~ Segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik. Too much love will kill you, won’t it?
~ Jadi orang jangan terlalu ‘lurus’ lah. Kalau dipukul sekali, pukul balik 2 kali! (Lho?)

Terima kasih buat VIP (Very Important Persons) in my life: H E N D R A, A N D I N, dan M A M A. Thanks for being there when I was down. Nggak tahu gimana jadinya kalau nggak ada kalian. I'm so lucky to have you around...

Terima kasih buat Bobby, Gilang, promotor-promotor lain, semua tim sukses, dan nggak lupa 2.154 orang yang percaya memberikan suaranya untuk kami... Walaupun kami belum dapat kesempatan, tapi aku sudah belajar banyak di sini. This is priceless. Dan yang lebih penting, aku dapat sahabat dan keluarga baru... :)



Untuk mengetahui nilai


1 tahun

Tanyakan pada seorang siswa yang gagal dalam ujian kenaikannya


1 bulan

Tanyakan pada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur

1 minggu
Tanyakan pada seorang editor majalah mingguan

1 hari
Tanyakan pada seorang buruh harian yang punya 6 orang anak untuk diberi makan

1 jam
Tanyakan pada kekasih yang sedang menantikan waktu bertemu

1 menit
Tanyakan pada seorang yang ketinggalan kereta

1 detik
Tanyakan pada seorang yang selamat dari kecelakaan

1 milidetik
Tanyakan pada seorang yang memenangkan medali di Olimpiade

28 suara alias 0,6% suara
Tanyakan pada orang yang gagal memenangkan Pemilu
:P

6 comments:

Anonymous said...

hohoho..

kekalahan menyedihkan banget yak. sumpah aq kesel banget. Tapi kenyataan kadang sering membuat kita menyadari, there are treasures and always in our precious life, if we can find it..

tatkraft!!

Adisti Dini Indreswari said...

curhatan orang yg udah 2X kalah nih, huahaha...

tapi my, lama-lama gw jadi mikir:
yg penting bukan posisi apa yg gw punya, tapi apa yg bisa gw lakuin di apapun posisi gw.

dan seperti yg gw tulis, kita belajar banyak bukan saat berhasil, tapi justru saat menang. gw bersyukur bisa belajar banyak bgt.

semangat ah! =D

azimuth said...

adiis,,

banyak yg menangis juga malam itu...

but, perjuangan tidak selesai karena kita kalah, sepakat!
keep spirit yaa


PS : i love ur writing, indeed

-15304080-
37degree.wordpress.com

Adisti Dini Indreswari said...

thanx a bunch ya jeng, it means a lot to me...

Anonymous said...

@ army, 2 kali sakit ya? ishbiru, kan ada hikmah di balik ini semua

@ adis, kemenangan di mata Allah kan belum tentu dengan menangnya Gilang sebagai presiden & Bobby sebagai MWA wakil mahasiswa. Allah menguji iman hamba-Nya, kalau memang ingin berjuang, mau kalah-mau menang, ya pasti akan diperjuangkan.. :D

keep ur spirit up!!

btw, gw link ya.. thx

Adisti Dini Indreswari said...

yup yup, keep our fighting spirit!

=D

 
design by suckmylolly.com