Showing posts with label my activities. Show all posts
Showing posts with label my activities. Show all posts

7.11.10

Banyak Cerita, Banyak Kisah...

...tapi untuk saat ini, izinkan saya berbagi foto-foto ini dulu. Saya dan lima teman sesama wartawan Tempo yang membuat saya bertahan di tengah segala kegilaan. (Atau malah makin gila ya? :D)

Sebenarnya teman seangkatan saya bukan hanya mereka berlima, masih ada 15 orang lagi. Tapi cuma mereka-mereka ini yang merasakan "jatuh-bangun" bareng saya. Pertama kerja, kami langsung dijebloskan ke Desk Metro dan mesti panas-panasan meliput demo buruh di Tanjung Priuk, melihat bandeng (bahasa sandi polisi untuk mayat-red) korban kebakaran, dan berurusan dengan mutilasi atau vokalis band yang kedapatan membawa narkoba. Setelah itu, pusing bareng melihat deretan angka dan istilah ekonomi yang njelimet di Desk Ekonomi dan Bisnis. Terakhir, belajar berpolitik di Desk Nasional, sebelum akhirnya dua dari kami berhenti jadi wartawan.

I call them "The Five People Who Keep Me Sane". :)

vitri - saya - ririn - febri - dika - muti

19.1.10

A Million Girls Would Kill to Have This Job!

If you’ve ever watched the movie The Devil Wears Prada (or read the book), maybe you‘ve ever heard of that line. “This job” here refers to job in a fashion magazine.

Just think you ought to know: I love magazines. I just… I always have! And ever since one of my classmates brought the very first issue of Cosmo Girl Indonesia in my first year of high school (I was 14 then), I immediately want to work in a magazine. An international fashion magazine, to make it more specific. Well, I love fashion (Oh yes, I do! I think every woman do!), and even though I’m not that much into fashion, but wouldn’t it be super awesome? *drooling*

Zillion thanks to God, I’m so lucky to finally got that chance (yeaaayy! :D). There have been a lot of people ask me, how it feels like to work in a high-end fashion magazine. Well, after a week working there, here’s what I can tell you…

1. I think the movie The Devil Wears Prada (and Ugly Betty too) are a wee bit exaggerating. No, there’s no such thing as bitchy office mate who stare at you from head to toe, try to bring you down just because your lack of style, talk shit behind your back, or stab each other’s back (well, at least not in front of me! :D). The girls are quite friendly and they helped me a lot. They invited me to lunch, let me use their computer and cell phone, and shared their snacks. (Yea, I have to admit that after my (canceled) second interview few weeks ago, I cried in the bathroom while making a phone call to my Yandi. But let me just say that that was just a wrong impression I got, and me being a crybaby. :D)
 

2. But it is true that everyone is sooo stylish and glamorous! Even the one whose job seems to have nothing to do with fashion, like the Business Director or Secretary. There’s no formal and boring office look here, everyone’s free to wear whatever they feel like wearing. You name it: ripped jeans, legging (they comes in every color and pattern), mini dress, Doc Marten boots in shocking pink color, smokey eyes…
 

3. Oh, and there’s no strict working hour, too. They usually come to the office at 9, and then go mall-hopping.
 

4. The girls don’t try so hard to be super skinny like in the movies. They eat ‘nasi padang’ and ‘gorengan’, and eat snacks during work. Just like the rest of us… :D
 

5. But the guys are not too friendly. They didn’t even bother to ask my name before they get me to do some job for them. Don’t know why. When I told this to my friend Icha, she asked, “Are you sure they’re straight?” LOL!
 

6. And my Editor-in-Chief? She’s nothing like the wicked dragon lady in The Devil Wears Prada (or the legendary Editor-in-Chief of Vogue US, Anna Wintour, who widely believed as the inspiration for that character). If I were a boy, I would have fallen in love with her, no kidding. She’s still very young, and nice and humble and sincere. And very very stylish too, of course. And what amaze me the most: the moment she heard Adzan maghrib, she left her desk and prayed. I think I should make a new movie, titled The Angel Wears Prada. :D
 

7. No, we don’t get branded stuff for free. I’m telling you: we BORROW them instead. In our office, we’ve got three huge wardrobes loaded with oh-so-fabulous bags, shoes, clothes, and jewelries from fancy brands that I had to try sooo hard to hold the urge to steal them. He-he. There was even a handbag at the same price of a car that I didn’t dare to touch.
 

8. Unlike in other places, noone praised me because I graduated from ‘the-so-called-best-university-in-this-country’. Most of them graduated from private fashion or art schools, or from abroad. They were like, “What? So you’re an engineer? What the hell are you doing here?” So I had to keep my chin down for this time, and I had to work twice harder only to prove that I can really write.

And what did I actually do? Sadly, since I’m the “new kid on the block”, they didn’t let me report something or interview someone, so I had to sit in front of my computer from 9 to 6, and…
- Edited a contributor’s writing about a trip to Komodo Island. Later on, I found out that she’s a well-known traveler and ever worked for a TV program. Wow, it did me an honor to edit her writing.
- Wrote about traveling to London. I made some kind of calendar event for the year 2010 and hotel recommendation. Before writing this, I was warned that our readers comes from A+ class, so they will be attracted by luxurious boutiques, luxurious spas, yada yada yada…, and I had to make sure that the hotels I recommend for them are 5-star ones.
- Translated an interview with Katia Verber (Russian’s socialite, like Paris Hilton)
- Translated two articles from our US edition about career and health tips, and googled some additional infos.
- Googled some images.
And when I’m done with my tasks, they just let me sit on a cozy couch in the corner and read some magazines. We have plenty of international fashion magazines here, from Vogue Australia to Marie Claire Hongkong. And it felt like heaven to a magazines fetish like me! Imagine you’re a chocolate addict and you’re working in a chocolate factory. :D

 

A pretty fine first week, it is. But sadly it’s my last week also. No, it’s not that I give up. In fact, I can’t be more grateful than this. I've made a dream and I've made it come true, and I’ve proved to those who didn’t believe that hey, dreams DO come true! I merely got a better offer, better opportunity, and better challenge in another place. I mean, mall-hopping every single day and brag about Gwen Stefani's lipstick when everyone else in this country is in an uproar over Pansus Bank Century or Artalyta Suryani's unbelievably luxurious cell may be a fun thing to do in few weeks, but there's no way I'm going to do that thing for the rest of my life! Yea, so... I’m moving from fashion to politics.

Maybe a million girls would kill to have this job. The thing is, I’m not one of them… :)

3.1.09

2009 and 22: Let's Review and Preview!

Kapan orang berhenti sejenak untuk me-review hidup, apa-apa saja yang sudah dan belum? Dan kapan orang membuat preview -resolusi, mimpi, dan harapan- ke depan?

Saat tahun baru atau ulang tahun, umumnya.

Mumpung momennya sangat pas nih (tahun baru dan ulang tahun saya cuma beda sehari) saya mau membuat review setahun ke belakang. Sepanjang tahun 2008, ada beberapa momen yang berperan dalam pendewasaan diri saya:


Januari. Berhasil menyelesaikan amanah di HMTL (baca di sini-red). Senang sekali rasanya, karena yang saya kerjakan adalah bidang yang saya cintai, dan saya bekerja bersama orang-orang yang saya cintai juga. Lalu saya sempat mengalami post power syndrome, membuat saya jadi berpikir, memangnya kenapa saya begitu butuh kesibukan? Kenapa saya begitu butuh jabatan? Kenapa saya begitu butuh status?

Januari-Maret. Kerja Praktek sambil kuliah di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Saya ikut mengoperasikan dan mengevaluasi instalasi pengolahan air limbah dari laboratorium-laboratoriumnya. Dan ternyata… saya tidak suka. Saya tidak peduli berapa dosis PAC yang harus ditambahkan pada proses koagulasi-flokulasi. Saya tidak peduli berapa pH optimum untuk proses removal logam berat Sianida dan Krom. Saya tidak peduli berapa waktu detensi di bak sedimentasi untuk mengendapkan semua solid. Dan terutama, saya tidak betah berada di laboratorium dengan alat-alat aneh dan bau-bauan aneh. I guess I just don’t belong here. Karena inilah saya memutukan untuk mencari topik Tugas Akhir yang tidak terlalu teknis dan tidak mengaruskan saya berada di laboratorium.




Februari. Disakiti dan dikecewakan 2 orang/pihak dalam waktu bersamaan (yang satu Si Jerk (baca di sini-red), yang satu lagi tempat saya bekerja dulu), sempat membuat saya down. Tapi saya bangkit dan berdiri tegak lagi :D Saya percaya kok pada yang namanya Karma! And what doesn't kill me only makes me stronger.

April. Kekalahan Bolang dalam Pemilu KM ITB (baca di sini-red). Ini salah satu momen terjatuh dalam hidup saya. Sampai-sampai butuh 1 hari 2 malam buat menangis, dan rasanya tidak ada harapan hidup lagi *halah berlebihan* Tapi, benar kata teman saya Poppy, kalau waktu itu kami menang, mungkin malah pembelajaran yang saya dapat tidak sebanyak ini. Lagipula, saya kan dapat keluarga baru :D

April. Ikut Siaware. Saya jadi tahu apa yang sebenarnya saya inginkan dalam hidup, dan apa (atau siapa) yang paling penting dalam hidup saya. Saya jadi sadar bahwa life is all about choices, dan saya sendirilah yang harus mengambil keputusan. Training ini highly recommended!

April-Oktober. Bergabung dengan Rumah Belajar, bikin saya sadar bahwa yang saya lakukan sebelum-sebelumnya cuma sebatas jadi ‘event organizer’! Salut deh buat teman-teman yang sangat concern di Rumah Belajar (lebih concern dari saya yang kabur-kaburan, maksudnya, haha…) Selain itu juga dipengaruhi beberapa teman dan beberapa hal yang saya baca yang membuat saya ingin melakukan ‘sesuatu’, bukan karena mau mendapat, tapi karena mau memberi.

April-sekarang. Dicalonkan jadi salah satu menteri di Kabinet, sempat ikut fit and proper test (baca di sini-red), dan akhirnya memegang amanah jadi wakil menteri. Lalu menteri saya ‘menghilang’, membuat saya terpaksa mengambil alih (resminya sih 2 kali jadi PJS). Saya bingung, seriously, saya bingung harus bagaimana. Akhirnya menteri saya itu officially mengundurkan diri, lalu kami mengalami reshuffle dengan saya tetap sebagai wakil menteri, dan keadaan sudah jauh lebih baik sekarang. Untung (lagi-lagi) yang saya kerjakan adalah bidang yang saya suka, jadi, enjoy saja… ;D

Mei. Menangis di Sekre Kabinet, baru hari ke-8 setelah muker, di depan orang-orang (baca di sini-red). Tapi gara-gara ini, saya jadi bertekad, “Saya harus kuat! HARUS! KUAT!” Kenapa? Karena saya tidak mau kejadian ini terulang lagi. Saya tidak mau terlihat lemah. Saya tidak mau orang lain berpikir saya lemah. Dan saya sendiri memang tidak mau jadi orang yang lemah.

Juli-sekarang. Ditinggal (maksudnya ditinggal lulus duluan) oleh orang-orang yang sehari-hari bareng saya, orang-orang yang saya jadikan sumber inspirasi dan semangat, orang-orang yang selama ini menopang tubuh saya dalam comfort zone saya. Mau tidak mau saya harus melompat keluar dari comfort zone saya dan berdiri di atas kaki sendiri.

September-sekarang. Mengerjakan Tugas Akhir. Memaksa saya untuk pantang menyerah, disiplin, fokus, dan melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak saya lakukan, entah karena malas atau tidak berani. Menelusuri tempat-tempat seperti bandar, TPS, atau pasar, misalnya. Menyetir sendiri ke daerah asing, misalnya. Mungkin itu hal sederhana buat sebagian orang, tapi tidak buat saya. Untung saya suka topik TA ini dan pembimbingnya (baca di sini-red). Malah kata beberapa teman, “Topiknya lu banget, Dis.” Hehehe…

Desember. ‘Tragedi kecil’ saat liburan akhir tahun dengan keluarga besar di Anyer: kapal diterjang ombak, sepupu yang masih kecil hampir terlempar ke laut dan kepalanya terbentur tiang kapal sampai memar-memar, lalu om terkena bisa ikan beracun di pulau nyaris tidak berpenghuni dan berjarak 30 menit dari Anyer, untungnya sempat diberi pertolongan pertama. Alhamdulillah, keluarga kami masih diberi perlindungan oleh-Nya…

Over all, 2008 was great. There were ups and downs, but in life, there will always be ups and downs, won’t it? Dan sekarang, 2009 menjelang. Ah, euforia tahun baru… Mari sambut dengan harapan baru, semangat baru. I believe that the best is yet to come. Ada beberapa resolusi untuk tahun ini, but it’s kinda too personal, so I’m not going to put it here. Just pray for me, please, so that I can make it :D

Anyway, I’m 22 already. Wow…

Terima kasih buat semua yang sudah ingat ulang tahun saya dan memngucapkan selamat.
Terima kasih buat Citra (kakak angkatan, kadep saya dulu di HMTL) yang tahun ini jadi orang pertama yang mengucapkan selamat, tepat jam 12 malam. Terima kasih buat sepupu-sepupu saya yang menodong traktiran makan siang di Hanamasa (huh, dasar!). Terima kasih buat Rani, Andin, Chinqy, Yosi, dan Safrul yang tiba-tiba muncul di depan rumah saya malam-malam dengan birthday cake and candles. What a sweet surprise! :D

16.12.08

Cobalah Mengerti

Cobalah mengerti keinginanku yang sederhana ini.

Aku cuma ingin mengerahkan segenap waktu, pikiran, dan tenagaku untuk kamu, untuk kita. Menjadi bagian dari hari-harimu yang sibuk. Menjadikan keberhasilanmu, keberhasilan kita, adalah prioritas. Menjadi orang yang selalu bisa kamu andalkan. Berkata "Ya" untuk hal-hal yang kamu minta, bahkan melakukannya duluan sebelum kamu minta. Diam-diam membantumu dan berdoa untukmu. Menunjukkan respek padamu sebagai pemimpinku. Duduk berdua denganmu, berbagi banyak hal yang biasanya diakhiri dengan kamu mengepalkan tangan atau menepuk bahuku, menyemangatiku. Mendiskusikan hal-hal serius, lalu tertawa bersamamu. Mengingatkanmu hal-hal kecil yang seringkali terlupa akibat kesibukanmu, seperti makan siang atau mengumpulkan tugas yang sudah deadline. Berdiri tepat di belakangmu dan berkata tanpa perlu bersuara, "Aku ada", dan tetap di sana saat masa-masa sulit tiba, saat tekanan datang dari sana-sini. Dan akhirnya, mendengar kata "Bangga" dan "Terima kasih" itu keluar dari mulutmu, dan rasanya semua lelahku terbayar.

Seperti dulu.

Tidak bisakah, kita mengulanginya?

31.10.08

Wisuda Kali Ini (Part II: Oktober 2008)

Another graduation day. Selamat buat para wisudawan:

~ Sahabat-sahabat SEQUEL (ini nama angkatan TL 2004-red) yang saya beri bunga: Christy, Nova, dan Miranti. Juga Ayi, Iin, Bunga, dan Ade. Mereka ini teman duduk bareng saat kuliah, ngerjain tugas bareng, belajar bareng, makan siang bareng, ketawa-ketiwi, ngegosip, foto-foto narsis, ngeceng, jalan-jalan, hunting tempat makan, shopping, nginep bareng, curhat, nangis-nangis, berbagi mimpi, saling support... Wow, we've been through a lot of things... Juga 29 SEQUEL lain yang nggak saya beri bunga, tapi percaya deh, kalian juga sangat spesial buat saya.

Empat tahun ternyata sebentar ya. Rasanya baru kemarin kuliah TPB dan MPAM bareng kalian. Hmm... isn't it funny how time flies?

Guys, it's kinda hard letting you go. Terutama sebagai pihak yang 'ditinggal'. jadi ingat puisi yang dibacakan Bos waktu syukwis HMTL, yang sempat kami banjir air mata: :((

Kini, pundak-pundak itu mulai berbalik
Dan hendak meninggalkanku dengan sisa kenangan yang ada
Ingin rasanya kurengkuh dan kupeluk erat pundak-pundak itu

Tanpa hendak kumelepasnya
But hey, I have to move on with my own life! Terima kasih buat segalanya selama empat tahun ini. Jangan bersedih, jangan ada air mata lagi, karena perpisahan ini bukan berarti berakhirnya pertemanan kita. Ini memang fase hidup yang harus kita lalui. Ini fase hidup yang bisa mendewasakan kita. Semua tawa, senyum, canda, ceria, cinta, haru, dan cerita dalam kebersamaan kita biar jadi sesuatu yang manis untuk dikenang kelak...

Ingatlah selalu, lagu yang kita nyanyikan bareng-bareng waktu performance angkatan:
If you feel lost
And on your own
And far from home
you're never alone, you know
Just think of your friends
The ones who cares
They all will be waiting there
With love to share
And your heart will lead you home
-Your Heart Will Lead You Home (Kenny Loggins)-

Buat 66 SEQUEL yang masih berkutat sama Tugas Akhir, Kerja Praktek belum beres, masih sibuk sama tugas kuliah, masih pusing habis UTS... S E M A N G A T ! ! !

~ Sobat Bolang: Gilang (GD 2004, presiden Bolang, presiden saya hahaha...) dan Alfi (FT 2004, mantan ketua HMFT, ketua promotor Bolang). Dua orang ini inspiring in their own way. Saya belajar banyak dari mereka.

Buku testi yang saya, Essa, Radit, dan sobat-sobat Bolang buat untuk mereka


~ Seseorang dari masa lalu: si 'Jerk' yang saya maksud di sini. Did I disappoint you? Did I displease you? Did I hurt you? Did I break your heart into pieces? Ouw, so sorry. But that's just what you did to me. May I call this 'sweet revenge'?

Huh, ternyata lulus sekarang kamu. Katanya masih betah di kampus. Katanya kalau sudah lulus tuntutannya jadi beda.


~ Dan semua teman-teman saya yang lain...

C O N G R A T S T O Y O U A L L ! ! !

Selamat berjuang di kehidupan pasca kampus. And hope this friendship will never end, OK? ;;)

Oh ya, kalau sebelumnya saya berada dalam tahap saya-takut-semua-orang-sudah-berlari-jauh-meninggalkan-saya, sekarang sudah selangkah lebih maju. Walaupun saya belum mulai berlari, at least saya sudah tahu garis finish mana yang saya tuju. Semoga wisuda part III (Maret 2009 nanti) adalah wisuda saya. Amin amin amin!

25.9.08

Fiuhh...

Akhirnya, semua tentang Kerja Praktek saya beres sudah. Dulu, saya pikir yang namanya Kerja Praktek nggak akan seribet ini. Sampai molor satu semester. Karena topiknyakah? Karena dosen pembimbingnyakah? Karena saya malaskah? :P

Yang jelas, selain ucapan terima kasih resmi yang ada di laporan, saya mau berterima kasih buat:
~ Mama, Mama, dan Mama. I can never thank you enough.
~ Sonny yang sudah mengantarkan ke rumah dosen pembimbing, juga somehow memberi saya pencerahan. Thanks a lot, dude!
~ Reswa, Kak Rian, dan Andin yang membantu menyusun kata-kata dalam Bahasa Inggris.
~ Sahabat-sahabat saya yang lain yang pernah menyemangati walaupun cuma sekilas: Edo, Boma, Aji, Essa, Shana, Sonny (lagi), dan Christy. It means a lot to me.
~ Anak-anak TL 2005: Ila dan Rina (partner presentasi, yang sekarang sudah di Jepang), Okta dan Dinda (teman sesama dosen pembimbing).

Ditunggu lagi supply bantuan dan semangatnya buat TA! :D:D:D

16.9.08

TA, Here I Come!

Dan hal paling pertama yang harus diputuskan sebelum mengerjakan TA adalah: topik! Dengan menimbang dan mengingat hal-hal berikut:
[X] Saya sangat tertarik dengan pengelolaan sampah, dari segi teknis maupun manajemennya.
[X] Saya nggak pernah mengambil mata kuliah pilihan udara, jadi nggak mungkin mengambil topik TA tentang udara.[X] Saya nggak mau melakukan penelitian laboratorium. Penelitian laboratorium berarti harus standby di tempat yang sama (baca: laboratorium) seharian, selama berbulan-bulan, mengulang pekerjaan yang sama, harus super teliti, kalau ada yang salah harus diulang dari awal, A A A R R G H !!! Saya sudah muak gara-gara praktikum Pengolahan Limbah Industri semester lalu! Kalau prosesnya fisika saya masih mau, tapi kalau proses kimia dan biologi saya angkat tangan.[X] Saya tertarik melakukan penelitian lapangan (bukan penelitian laboratorium), karena basically saya suka jalan-jalan.[ ] Saya suka kuliah yang berhubungan dengan desain distribusi atau jalur (bukan desain instalasinya), seperti Plambing, Penyediaan Air Minum, Drainase, dan Penyaluran Air Buangan.[ ] Saya lumayan suka menggambar di AutoCAD.
[X] Saya nggak mau bikin desain instalasi pengolahan air limbah atau air minum, apalagi kalau harus penelitian dulu buat uji karakterisasi. KP saya tentang evaluasi instalasi pengolahan air limbah laboratorium, dan laporannya saya tunda-tunda terus karena nggak suka topiknya (alasan... :P )
[X] I’m basically not a computer person, jadi nggak mau TA tentang permodelan.
[X] Saya nggak mau berhubungan dengan pasar, limbah rumah sakit (limbah medis), limbah domestik, atau daerah dengan poor hygiene. Yeah, call me spoiled brat.

[X] Saya mau dosen pembimbing yang baik, sudah senior, dan gampang ditemui.

[X] Tempat TA jangan jauh-jauh, karena saya masih harus mengambil minimal 8 SKS lagi semester ini, plus beberapa tanggung jawab lain di luar akademis.

[ ] Kalau bisa ada partner, dan harus yang nyambung.


Memutuskan bahwa topik TA saya adalah...

“Analisis Aliran Material Kertas Koran Bekas di Kota Bandung”

Dan dosen pembimbing saya adalah...

Prof. Dr. Ir. Enri Damanhuri
salah satu guru besar di TL, mantan ketua prodi yang kebetulan pernah saya buat profilnya.

Jadi, pada intinya TA saya ini membahas aliran material kertas koran seperti ini:

Apa hubungannya sama teknik lingkungan? Bisa dianalisis dari segi konservasi bahan baku (pohon sebagai bahan baku kertas), minimasi limbah yang terbentuk dari proses produksi, minimasi sampah yang harus diolah di TPA, dan aktivitas daur ulang oleh sektor informal. Tujuan akhirnya adalah merancang suatu skenario pembangunan infrastrukturdaur ulang kertas koran bekas di Kota Bandung untuk mengoptimalkan pemanfaatan kertas koran bekas. Menarik kan? ;)

I hope everything will be going well
, karena topik ini sudah sesuai dengan sebagian besar kriteria di atas (yang saya beri tanda X), dan beberapa alasan tambahan:
~ Prinsip kerjanya mirip-mirip dengan prinsip kerja wartawan: observasi (terjun langsung ke lapangan) - survey – wawancara – pengumpulan data – penulisan laporan. Anggap saja ini artikel investigasi yang harus dibuat sedalam dan semenarik mungkin. Wah, saya tertantang!
~ Cita-cita saya kerja di media (bisa koran/majalah), jadi menarik sekali bisa menghubungkan itu dengan background pendidikan saya yang teknik lingkungan.

~ Kemungkinan saya nggak akan melanjutkan studi atau kerja di bidang teknik lingkungan, jadi nggak usah bikin TA yang terlalu teknis. Justru ilmu teknik lingkungan saya ingin saya aplikasikan di LSM nantinya, dan ilmu manajemen, komunikasi, dan link dari topik ini (semoga) akan sangat berguna.

~ Sudah ada beberapa orang yang pernah mengambil topik TA sejenis, jadi sudah ada gambaran. Data-data wilayah studi, lapak, bandar, dll juga sudah ada.

Terinspirasi dari beberapa teman yang membuat ‘buku TA’, saya juga sudah membeli notebook bersampul ungu dengan gambar panda nan lucu, yang akan menemani perjalanan saya meraih gelar insinyur, Maret 2009 nanti. Doakan saya ya! :-*

19.5.08

Bukan Pilihan Salah

Jumat, 16 Mei 2008
Aku emosi saat rapat Kabinet. Bayangkan, ada orang yang mengangkat isu tentang tim Bolang (bahkan jelas-jelas menyebut nama) di tengah-tengah rapat yang tadinya membahas isu BBM. Bukan masalah besar sebenarnya, dan masalahnya juga sudah selesai. Mungkin ini memang kultur dimana aku harus menyesuaikan diri. Mungkin juga aku sedang PMS dan jadi over sensitif, atau sifat drama queen-ku sedang muncul. Tapi aku nggak suka ada yang bicara buruk tentang tim Bolang, apalagi di depan umum. Nggak suka, nggak suka, nggak suka! Aku rela melakukan apa saja demi membela kehormatan tim Bolang!

Kalau dipir-pikir, kenapa ya?

Seorang teman sejurusan pernah bertanya, "Kok lu sampai segitunya sih Dis ke Bolang?" melihatku semangat berkampanye 'gerilya' waktu masa kampanye. Seorang teman yang lain pernah bertanya dengan polosnya, "Kenapa lu gabung sama mereka?", terkait isu 'kiri-kanan-depan-belakang-atas-bawah' yang sering dibicarakan di ITB.

Aku cuma menjawab, "Inilah pilihan gue..."

Senin, 19 Mei 2008
Intro lagu We're Going to the Star-nya Goodnight Electric terdengar dari handphone-ku, tanda ada telepon masuk. Aku tersentak dari tidur lelapku. Masih dengan mata setengah terpejam, tanganku menggapai-gapai mencari handphone yang terselip di antara tumpukan bantal dan boneka di kasur.

Jarum jam di dinding menunjukkan pukul setengah tiga pagi. "Orang macem apa sih yang nelepon jam segini!" makiku dalam hati. Di layar handphone tampak nomor tidak dikenal. Refleks, aku menekan tombol reject. Paling juga orang iseng, pikirku.

Aku sedang bersiap-siap menarik selimut kembali ketika ada SMS masuk dari nomor tidak dikenal itu. Dari salah seorang Sobat Bolang, ternyata.

"'Puasa pd prtngahn bulan spt brpuasa spnjg tahun'(H.R.Nasai, Ibn Hibban menshahihkn hadis ini) hr ini udh ayyamul bidh-tengah bulan, puasa yuk.."

Subhanallah, ternyata tadi dia mau membangunkanku untuk salat tahajud dan sahur. Aku baru ingat hari ini kami janjian puasa sunnah bareng dan buka bareng. Bukan untuk pertama kalinya. Sayang aku sedang berhalangan. Tapi mumpung sudah bangun, aku meneruskan membaca buku Principles of Water Quality Control, bahan laporan Kerja Praktekku, yang tergeletak di kasur. Tadi malam aku ketiduran saat membaca buku itu. Aku jadi merasa bersyukur dibangunkan. Kok ada ya, orang yang melawan kantuk di dini hari dan mau buang-buang waktu, tenaga, dan pulsa buat membangunkan temannya?

Kalau dicek, di folder SMS di handphone-ku dan di folder e-mail-ku banyak juga pesan dari para Sobat Bolang yang sengaja kusimpan. Dari yang isinya kata-kata bijak sampai yang sekedar memberi semangat. I know that they, somehow, are there for me. Hmm... mungkin ini alasannya kenapa aku bilang aku rela melakukan apa saja demi tim Bolang... Bukan sekedar tim sukses calon Presiden KM, ini keluarga.

Jadi ingat tiga bulan yang lalu...

Jumat, 23 Februari 2008
Menerima SMS dari Jarwo. Datang ke kantin GKU Barat dengan ragu-ragu. Bertemu Bobby, Gilang, dan beberapa orang lain yang nantinya akan jadi Sobat Bolang juga. Berbagi visi-misi dan mimpi untuk KM ITB. Menuliskan nama dan tanda tangan di lembar promotor. Menyerahkan fotokopi KTP dan KTM yang kebetulan ada di dompet.

Padahal saat itu aku sudah diajak tim lain, tapi aku belum sempat bertemu langsung dengan calon yang didukung tim itu. Tentunya ada beberapa pertimbangan kenapa akhirnya aku gabung dengan tim Bolang, tapi lebih karena intuisilah aku memilih gabung di sini.

Pilihan yang, aku tahu tiga bulan kemudian, bukan pilihan salah...

29.4.08

Fit and Proper Test

Tadi pagi saya baru menjalani fit and proper test calon Menteri Kominfo Kabinet KM ITB periode 2008/2009. Apa yang dites? Ya apakah saya cukup fit dan proper menempati posisi itu...

Kemarin malam Essa (yang juga akan fit and proper test Menteri P&K) menelepon. “Dis, lagi ngapain?”

“Nggak lagi ngapa-ngapain.” Sebenarnya saya sedang mengerjakan tugas kuliah, tapi saya takut dia jadi segan kalau mau curhat.

“Emang udah nyiapin buat besok?”

“Lho, emang mesti nyiapin apa?” Pikir saya, saya nggak usah menyiapkan apa-apa buat tes ini. Kalau ditanya nggak bisa jawab, ya tinggal bilang saja, “Nggak tau.” Toh saya memang nggak berambisi jadi menteri. Nothing to lose. Saya juga sudah bilang ke Shana, saya siap membantu tapi nggak jadi first man. Saya kan ingin memperbaiki IPK. Jadi second atau third man, boleh lah. (Kalau kata Iqbal , “Lu emang nggak akan jadi first man kok, tapi jadi first woman.” :P) Jadi bisa dibilang fit and proper test ini cuma formalitas.

Essa memanas-manasi saya. “Masa kalau ditanya lu mau jawab nggak tau? Malu-maluin dong. Shananya juga malu ntar.” “Orang lain kan nggak tau ini formalitas atau bukan.” “Tadi udah ada yang dites, katanya dibantai lho.”

Oh, begitu ya. Tapi saya sedang tanggung membuat jalur pipa air buangan apartemen dan menghitung dimensinya, tugas Plambing yang deadline-nya besok. Habis ini saja siap-siapnya, pikir saya.

Tapi tugas itu baru selesai sekitar jam 12 malam. Mata lelah memelototi layar laptop terus-terusan. Akhirnya saya malah tidur. Saya cuma sempat membaca sekilas coretan di organizer saya paginya. Coretan yang yang dibuat waktu masa kampanye dengan tim Bolang, tentang mimpi dan harapan untuk KM ITB.

Saya datang awal ke Campus Center. Gilang kebetulan menelepon dari Jakarta. Oh ya, Bobby juga sempat mengirim SMS untuk sekedar memberi semangat. Ah, mereka memang sahabat-sahabat saya...

Dan ternyata, yang ‘mengetes’ saya adalah Ngkong, haha... Ada juga beberapa Senator lain dan Kabinet yang dulu. Sesi pertama tentang wawasan kemahasiswaan. Aduh, kok saya hilang ingatan tentang wewenang Kabinet dan Kongres, dan pola hubungan antara Kabinet-Kongres-Himpunan-Unit. Padahal waktu PMB 2007, saya menjelaskan itu pada anak-anak kelompok mentoring saya. Semoga jawaban saya nggak salah...

Wawancara berlangsung sekitar 60 menit. Umumnya pertanyaan saya jawab berdasarkan pengalaman, pandangan pribadi, atau spontan saja. Ketidaksepakatan soal Campus Channel sempat jadi bahasan. Di akhir, salah seorang pewawancara bilang, “Tanya-tanya lagi ya soal media, kayaknya pengetahuan kamu tentang media masih kurang.” W H A T T H E - ? ? ? Tahu apa dia? Rasanya selama ini saya cukup concern soal media. Pengalaman saya di bidang media malah lebih banyak daripada pengalaman di bidang TL. Tapi yang saya pelajari di Siaware, feedback itu bersifat netral, hehe...

Jadi, apa saya cukup fit dan proper jadi menteri? Kita lihat nanti...

7.4.08

Kekalahan yang Menyakitkan

Kami menundukkan kepala di belakang pintu.
“Kita kalah, Ma,” bisikku.
“Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.”

-Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer), hal. terakhir-


Reaksi pertama
? Nggak bisa menerima kenyataan. :-OBerharap ini cuma mimpi dan aku akan segera terbangun, berharap ada yang salah dan seseorang akan meralatnya.

Selisih suara yang sangat tipis bikin pikiran-pikiran seperti, “Seandainya begini... seandainya begitu... kalau saja begini... kalau saja begitu...” jadi terlintas. Banyak analisa, banyak penyesalan.

Lalu jadi defensif dan ingin menyalahkan orang lain. Aku sudah all out supaya bisa menang di kandang sendiri, padahal pesaing punya banyak orang kuat, aku jadi mesti memeras otak buat mencari celah. Tapi apa semua anggota tim sudah begitu? Rasanya masih ada yang setengah-setengah deh.

Kesal membayangkan semua agenda dan rencana jadi nggak bisa terealisasi. Dan sedih membayangkan nggak bisa bareng lagi sama orang-orang yang selama 1,5 bulan terakhir ini selalu bareng.

Dan yang pasti, kesal membayangkan wajah orang-orang yang kemarin berusaha memprovokasi dan menjatuhkan kami, sekarang pasti sedang tertawa puas!!! U G H ! ! ! Kok bisa ya, ada orang sejahat itu? X(Padahal calonnya kan ada 3, kenapa cuma kami yang selalu diserang? Dan kenapa juga orang-orang di timku terlalu ‘lurus’ dan nggak menyerang balik?

Ini bukan pertama kalinya aku mengalami yang namanya ‘kalah’ atau ‘gagal’, tapi rasanya belum pernah sesakit ini. Mungkin karena dari awal yang terpikir adalah menang, menang, dan menang. Aku sendiri nggak menyangka bisa sampai separah ini: nangis selama 1 hari 2 malam (berhenti kalau capek, habis itu nangis lagi), nggak makan dan nggak tidur dengan layak juga selama 1 hari 2 malam, badan lemas, maag kambuh, mata merah dan bengkak, masih terbawa aura perhitungan suara yang tegang, hati nggak tenang...

Tapi, setelah energi habis, air mata kering, mengikuti saran Hendra untuk ambil air wudhu-salat malam-tilawah buat menenangkan hati (Seumur-umur curhat sama orang, baru kali ini ada yang memberi saran seperti itu. But hey, it works! :)), dan kumpul-kumpul lagi sama tim, akhirnya mulai bisa berpikir positif... Toh calon yang menang adalah orang yang kuanggap teman baik, sama seperti aku menganggap calon yang kudukung. Jadi nggak sakit-sakit banget. Lagipula, pasti ada hikmah di balik semua ini. Let’s think positive. Satu hal yang bikin aku puas, aku berhasil menang di kandang sendiri, and they appreciate me for that. Yah, something bigger might be waiting for me out there...

Lessons learned:

~ God works in His mysterious way. Dia punya rencana sendiri. Hal yang kita anggap baik untuk kita, mungkin sebenarnya buruk. Dan hal yang kita anggap buruk untuk kita, mungkin sebenarnya baik. –Al Qur’an surat Al Baqarah-
~ Segala sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas dan disempurnakan dengan totalitas pasti akan memberikan dampak positif untuk diri kita sendiri dan orang lain. –Hendra-
~ Sang juara bukan orang yang selalu berhasil, tapi orang yang belajar banyak dari cobaan kecil. –Bobby-
~ Luruskan niat. Niat kita kan untuk kemahasiswaan ITB, bukan untuk mencari eksistensi atau kekuasaan. Jadi Presiden atau MWA cuma salah satu caranya. Kalau cara ini nggak berhasil, ya cari cara lain, yang penting niat itu bisa terwujud. -Someone di tim, lupa siapa-
~ Di ‘luar’ sana dunia jauh lebih kejam. Banyak yang saling menjatuhkan dan main kotor. I must learn to be tough if I want to survive. Anggap saja ini latihan. –Mama-
~ Kita belajar banyak bukan saat berhasil, tapi justru saat gagal. -Poppy-
~ Kalah menang itu biasa. -Andin, yang kapten tim basket sekaligus tim voli HMTL -
~ Jangan pernah lupa diri dan merasa ‘di atas angin’. Always prepare for the worst.
~ Segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik. Too much love will kill you, won’t it?
~ Jadi orang jangan terlalu ‘lurus’ lah. Kalau dipukul sekali, pukul balik 2 kali! (Lho?)

Terima kasih buat VIP (Very Important Persons) in my life: H E N D R A, A N D I N, dan M A M A. Thanks for being there when I was down. Nggak tahu gimana jadinya kalau nggak ada kalian. I'm so lucky to have you around...

Terima kasih buat Bobby, Gilang, promotor-promotor lain, semua tim sukses, dan nggak lupa 2.154 orang yang percaya memberikan suaranya untuk kami... Walaupun kami belum dapat kesempatan, tapi aku sudah belajar banyak di sini. This is priceless. Dan yang lebih penting, aku dapat sahabat dan keluarga baru... :)



Untuk mengetahui nilai


1 tahun

Tanyakan pada seorang siswa yang gagal dalam ujian kenaikannya


1 bulan

Tanyakan pada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur

1 minggu
Tanyakan pada seorang editor majalah mingguan

1 hari
Tanyakan pada seorang buruh harian yang punya 6 orang anak untuk diberi makan

1 jam
Tanyakan pada kekasih yang sedang menantikan waktu bertemu

1 menit
Tanyakan pada seorang yang ketinggalan kereta

1 detik
Tanyakan pada seorang yang selamat dari kecelakaan

1 milidetik
Tanyakan pada seorang yang memenangkan medali di Olimpiade

28 suara alias 0,6% suara
Tanyakan pada orang yang gagal memenangkan Pemilu
:P

16.1.08

Setahun Sudah...

How it all started: Greenite* (7 Januari 2007)
Di perjalanan, ada SMS dari Jack.
Dis, dateng Greenite ga? Gue belum dapet Koordinator buat Departemen Publikasi nih, calonnya lu & Rani, gimana ya?
Iya dateng. Ya gue sih terserah lu, jadi Koordinator siap, ga pun gue bakal tetep bantu yang gue bisa.
Ntar kita omongin dulu deh sebelum Greenite. Bisa dateng lebih awal kan?
OK.

Sebelum ke GKU Timur, kami bertiga (aku-Jack-Rani) berunding dulu sekitar 5 menit, yang diakhiri dengan Jack menunjukku dengan tangannya (tanpa bicara apa-apa), lalu kami berjabat tangan.

Ya, begitulah. Serba mendadak dan kilat.

Agak geli juga, aku yang dulu punya 1001 alasan buat menghindar dari himpunan (dari kram perut PMS sampai ada saudara baru datang dari luar kota :^o), sekarang diberi kepercayaan memimpin satu departemen.

Apalagi, ini departemen baru. Tadinya masih jadi satu dengan Departemen Luar Negeri, di bawah Departemen Hubungan Masyarakat. Dan kalau biasanya satu departemen dibagi lagi jadi beberapa divisi atau biro yang masing-masing ada ketuanya, sekarang nggak. Jadi aku mesti mengkoordinir satu tim besar secara langsung. Oh ya, nama departemen ini kuganti (dengan persetujuan yang lain, tentunya) jadi Medkominfo (Media, Komunikasi, dan Informasi) supaya scope-nya lebih luas and simply because it’s cooler. ;)

HMTL v.s Panpel
Awal kepengurusan yang adalah masa sibuk-sibuknya, loyalitasku masih dipertanyakan. Mungkin karena sebelumnya memang nggak terlalu aktif di himpunan. Apalagi aku sedang tergabung di Panpel Pemilu KM. Nggak bisa kutinggalkan begitu saja, at least sampai kampanye calon-calon presidennya selesai. Selain itu, ya memang lagi keasyikan di sana... :P

Alhasil, hal-hal yang harusnya segera kukerjakan malah nggak kukerjakan, bahkan ada beberapa kerjaan yang diambil alih Jack. Ada waktu kosong bukannya ke himpunan, malah ke Sekre Panpel.

Puncaknya, rapat anggota pertama yang membahas progress proker tiap departemen, aku nggak datang. Padahal aku ada di kampus, tapi ada kerjaan di Sekre Panpel. Malamnya Nindi (anak 2005 yang jadi wakilku) menelepon dan ’lapor’: banyak yang mengkritik Medkominfo.

Aku yang jadi merasa nggak enak langsung mengirim SMS ke Jack.
Jack, sorry banget ya kalau Medkominfo belum jalan, sekarang gue lagi fokus ke Panpel. Bukannya nomerduain himpunan, tapi sebelum lu minta bantuan gue jadi BP, gue udah lebih dulu gabung sama Panpel, jadi ga bisa gue tinggal. Habis ini janji deh, gue bakal fokus ke himpunan.:-S

Bukannya menegurku atau menuntutku lebih bisa membagi waktu, dia membalas seperti ini:
OK, semoga sukses ya pemilunya! Semangat Dis!

Wah, rasanya tertampar. Aku sudah diberi kepercayaan, kok aku malah cuek.

Saat itu juga, aku menjadikan HMTL prioritasku. Aku mau total di sini!

Buletin
Agak gemas lihat media yang ada di kepengurusan sebelumnya cuma selembar A4, setiap berita cuma beberapa baris, unsur-unsur beritanya pun (5W + 1H) kadang nggak lengkap.

Di kepengurusan ini, kami punya proker baru: buletin beberapa halaman A5 yang di dalamnya termasuk semua info yang perlu diketahui anak-anak TL, termasuk yang ’nggak penting’ seperti profil anak-anak HMTL (ajang buat narsis nih ;)), yang dikemas dengan apik layaknya buletin betulan. Kami juga cukup niat mencari info dari luar HMTL, misalnya wawancara dengan Presiden KM atau dosen Teknik Kimia.

Jadilah selama setahun ini aku selalu dikejar deadline selain deadline tugas dan laporan yang sebenarnya sudah cukup banyak, karena buletin ini harus terbit setiap 2 minggu (yah, walaupun kenyataannya sering telat terbit sih).

Enviro
Media kebanggaan kami, karena dicetak di kertas yang lux dan full color, distribusinya cukup luas (se-Bandung), dan yang penting: gratis! Di kepengurusan-kepengurusan sebelumnya ENVIRO cuma bisa terbit 1X (aku sempat jadi Editor in Chief salah satu edisinya).

Di kepengurusanku, ENVIRO harus terbit 2X, tapi kualitasnya tetap nggak boleh turun! :-w

Aku masih ingat, sehabis menyampaikan itu waktu muker di rumah Rinta, ada yang bilang (sayangnya aku lupa siapa), ”Ah, paling juga ujung-ujungnya cuma bisa terbit sekali, kaya sebelum-sebelumnya.” Well, siapapun kamu, terima kasih, kata-katamu malah jadi cambuk buatku!

Awalnya sempat down karena susah dapat orang yang benar-benar mau dan mampu jadi pemimpinnya. Alhasil, terbentuknya full team pun molor. Sempat khawatir juga masalah danus, karena dulu waktu aku jadi Editor in Chief, susaaah... banget dapat sponsor (yah, mungkin karena caranya salah juga sih). Untung masalah danus bisa dibilang relatif mulus, malah surplusnya bisa menyubsidi proker lain. Kalau dilihat dari segi content dan tampilan juga jauh lebih baik dibanding sebelumnya (ini bukan cuma opiniku lho). Wah, bangga banget rasanya waktu lihat Enviro edisi 4 fresh from the oven! :)

Sayang, edisi 5, aku merasakan semangat dan kinerja tim menurun. Mungkin karena sudah capek, ditambah banyak proker lain yang mepet-mepet.

Selain itu...
Dan nggak lupa kerjaan-kerjaan rutin lainnya seperti mengurus e-mail, mailing list dan website, mengurus mading, mewakili HMTL di forsil-forsil, bikin publikasi ini itu, yah intinya mengurus segala hal yang berhubungan dengan media, komunikasi dan informasi, sesuai namanya.

Ujian datang waktu liburan, karena lagi banyak-banyaknya yang mesti dikerjakan dan orang-orang 'menghilang' KP atau pulang kampung. Aku sempat jadi PJS juga waktu Jack pulang kampung.

Dapat Magangers
Di saat aku merasakan flow anggota mulai turun (mungkin sudah jenuh dengan kerjaan rutin yang itu-itu saja), senang rasanya dapat 18 orang magangers (angkatan 2006). Jumlah ini lebih banyak dari prediksiku. Rasanya seperti dapat suntikan darah segar. Apalagi magangers ini kadang malah lebih semangat dari senor-seniornya (ck... ck...)

Belajar Jadi Pemimpin
”Kalau nggak sekarang belajar memimpin, kapan lagi?” Kata-kata ini kukutip dari mantan Ketua HMTL yang dulu.

Ya, benar juga. Aku punya mimpi: aku mau jadi pemimpin besar! Bukan jadi anggota, bukan jadi staf, tapi harus jadi pemimpinnya!

Kalau nggak belajar sekarang, kapan lagi, ya nggak?

Dan akhirnya...
Gemuruh persatuan di jiwa
Erat lekat membara di dada
Menghujam penyerang
Mencabik penindas
Keadilan harus ditegakkan
Gemuruh!

Entah sudah berapa kali aku mengepalkan tangan dan menghentakkan kaki, meneriakkan yel-yel khas HMTL itu. Tapi baru kali ini aku berdiri bersama BP lainnya dan diberi gemuruh oleh massa HMTL yang lain. Rasanya? Unspeakable... :

LPJ kami (akhirnya) diterima #:-S Nggak terasa sudah setahun. Padahal rasanya masih banyak mimpi yang belum terwujud, masih banyak yang ingin kulakukan. Ah, setahun yang sangat menyenangkan...

Terima kasih buat semua teman-teman Medkominfo, BP, BPA, dan tim Enviro. It was really nice working with you, guys... Terima kasih untuk setahun yang sangat berarti. Terima kasih buat Jack atas… segalanya. Dan terima kasih buat HMTL yang sudah jadi rumah dan keluarga keduaku. Kayaknya nggak akan ketemu lagi organisasi atau komunitas seperti HMTL. I’m gonna miss this all… :((


*Greenite: acara serah terima kepengurusan di HMTL

10.8.07

15 Hari Jadi 'Kahim'

Selama 15 hari kemarin (26 Juli-9 Agustus) aku menggantikan Jack yang mesti pulang kampung karena adiknya nikah (iya, adik, adik kandung). Cukup banyak yang mesti kukerjakan, walaupun semuanya lebih ke hal-hal yang sifatnya teknis, seperti:
-Menandatangani beberapa proposal, surat dan sertifikat
-Mendelegasikan orang buat menghadiri undangan-undangan yang masuk, ada juga beberapa undangan yang kuhadiri sendiri
-Menerima tamu dan roadshow
-Ikut rapat-rapat di himpunan (terutama rapat kaderisasi), memberi masukan kalau diminta
-Meng-handle beberapa urusan PMB, jadi contact person HMTL
-Meng-handle beberapa urusan Lustrum prodi
-Meng-handle beberapa urusan training softskill FTSL, termasuk ikut rapat sama dosen-dosen
-Mengawasi renovasi himpunan (sekarang kami punya langit-langit dan warna tembok baru lho!)
Di samping masih harus menjalankan proker-proker departemenku sendiri.

Such a tiring fortnight... Capeknya sih bukan capek fisik, but worse: capek mikir. Lagipula malas juga mesti sering-sering ke himpunan saat libur begini, kan lebih asyik jalan-jalan atau malas-malasan di rumah. Salut deh buat para kahim dan ketua organisasi lainnya yang harus melakukan tugas-tugas seperti itu kira-kira setahun…

Orang bijak bilang, setiap proses yang kita lewati harus diambil hikmahnya. Cukup banyak pelajaran yang kuambil selama jadi ‘kahim’. Lagipula anggap saja ini penebusan karena selama 1,5 tahun pertama masuk himpunan aku bukan anggota yang baik. Ternyata seru juga ya jadi kahim: banyak yang mencari, bisa menyuruh-nyuruh orang, omongan selalu didengar…

Dan akhirnya, setelah 15 hari, Jack pulang, bawa oleh-oleh! ^_^

3.7.07

This Beautiful Place...


Harusnya jadi tempat KP (Kerja Praktek)-ku liburan ini, seandainya nggak ada peraturan menyebalkan itu, hiks… T_T

Keterangan foto:
1: Bendungan Sutami, Malang, Jawa Timur. Salah satu bendungan di WS (Wilayah Sungai) Brantas yang dimanfaatkan antara lain sebagai pengendali banjir 50 tahunan di sungai utama, pengairan sawah, pembangkit listrik tenaga air, sumber air baku untuk PDAM dan industri, dan rekreasi.
2: Cerobong untuk mengatur tekanan air.
3: Stasiun Pemantau Kualitas Air secara online milik Perum Jasa Tirta. Jadi kalau ada polutan yang masuk ke perairan bisa langsung ketahuan, hebat ya? Sekaligus sebagai pengukur tinggi permukaan air untuk pengendalian banjir.
4: Spillway, untuk mengalirkan kelebihan air ke Sungai Brantas biar air nggak meluap.
5: Jalan di sisi waduk saat hujan. It’s just so beautiful!



"I LOOOVEEE THIS PLACE!!!"

24.12.06

Proudly Present...

ENVIRO
3RD EDITION

Go get it at:
· Comics Corner (Jl. Pager Gunung)
· Pitimoss (Jl. Banda)
· Rumah Buku (Hegarmanah)
· Potluck (Dipati Ukur)
· Pondok Dongeng (Ciumbuleuit)
· HMTL ITB, juga di Tokema dan toko deket LFM (masa nggak tahu ITB di mana? ^_^)
· SMA-SMA dan kampus-kampus ternama di Bandung
For free!!!



Notes from the Editor in Chief
Akhirnya… terbit juga! Walaupun banyak kesalahan di sana-sini (jawaban kuis ada yang salah, ada tulisan yang kepotong, hasil cetak warnanya kurang tajam, salah eja, dll) yang bikin aku sempat nggak mau lihat majalah ini saking malunya,
but this is what I get from my hard work, so I must be proud of it. Next time we must (and I’m sure we can) be better!

So, I would like to say thanks to…
·
Dini dan Mir, dua Editor at Large yang sangat bisa diandalkan
· Para penulis: Kak Rian, Oya, Chandra, Imam, Muti, Cindy, Opik, Niken,
Orig, Jack, Icha, Mir, Ijul, dan Ery dari Greeners Magazine
· Para fotografer: V-man, Pritta, Dini
· Para layouter: Dini, Puput, Wahyu
· Pinky yang tiba-tiba disuruh bikin iklan layanan masyarakat buat cover belakang dalam waktu kurang lebih cuma 2 jam
· Ipoy & Mike di bagian Keuangan. Yah, walaupun sebenarnya kerja bagian ini belum maksimal. Hampir semua proposal aku yang ngirim, aku juga yang mem-follow up.
· Dua sekretaris: Wulan (yang bikin proposal) & Safrul (Sekretaris HMTL yang sering dimintai tolong bikin surat pengantar proposal dan maksa namanya dicantumkan di box redaksi)
· Magangers Humas (anak-anak TL 2005) yang rajin-rajin dan selalu mau disuruh ngapain aja: Nono, Nindi, Pice, Widya, Nila, Ela, Nur, dan Ezi
· Citra, Kadep Humas yang udah ngasih kepercayaan jadi Editor in Chief dan banyak membantu. Codet (Ketua HMTL) dan Danu (wakilnya) juga.
· Para sponsor: PT. Newmont Pacific Nusantara, Laboratorium Kualitas Udara ITB, FTSL (Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan) ITB, dan IOM (Ikatan Orangtua Mahasiswa) ITB
· Pak Asis, yang nggak lain adalah guru besar di ITB. Kalau nggak ada beliau, mungkin Enviro nggak akan bisa terbit…
· Pepeng dan orang-orang di Tafio Total Solution yang baik-baik, padahal biaya percetakan nggak dibayar-bayar gara-gara duit dari sponsor nggak turun-turun
· Semua yang udah bantu pendistribusian Enviro. Ternyata ngehabisin 2.000 eksemplar majalah lama juga ya…
· Dan pihak-pihak lain yang mungkin terlupakan…
You all did such a great job! Enviro would be nothing without you…

23.8.06

Back to Campus, Back to Dull Routine

Rasanya sudah lama sekali nggak buka blog ini dan bikin post baru (just realised how unproductive I am as a blogger). Padahal kalau aku produktif, siapa tahu blog ini bisa dibikin buku seperti Kambing Jantannya Raditya Dika, ha... ha...

Sekarang semua kesibukan OSKM dan OHU sudah berakhir, kembali lagi ke rutinitas kuliah yang membosankan. Sedih juga rasanya... Nggak ada kesibukan lagi, nggak ada rapat-rapat lagi, HP yang biasanya bergetar terus sekarang jadi sepi.
My days feels so empty...

Seminggu ini, aku selalu pulang cepat. Makan siang di rumah, terus tidur siang. Jadi anak manis lah. Kecuali hari Kamis kemarin, aku pulang sore karena ada studi instalasi ke PT. Ultrajaya di Padalarang sama anak-anak HMTL.

Pingin cari kesibukan lagi. Padahal Enviro belum ada progress baru, he... he...

Oh ya, besok mau kumpul sama anak-anak Acara OSKM. Hope we’ll have a lot of fun...

24.7.06

OSKM (lagi)

OSKM kurang dari sebulan lagi (kalau opening jadi tanggal 17 Agustus). Auranya sudah terasa di kampus (contoh: banyak orang pakai jaket almamater, banyak poster publikasi di papan pengumuman). Apalagi di Sekre KM dimana pasti ada kegiatan persiapan OSKM setiap hari, dimana terpajang tulisan “Setiap kita adalah penting” besar-besar di dindingnya.

Tidak berlebihan kalau aku bilang aku sangat mencintai OSKM. Bermula dari OSKM 2004 yang sangat berkesan buatku. Padahal kalau dibandingkan dengan Osjur di TL yang 6 bulan dan jauh lebih berat, OSKM yang cuma 5 hari sepertinya memang ‘nggak ada apa-apanya’. Tapi tetap saja berkesan. Baru kali itu aku mengalami berkumpul bersama begitu banyak orang (ada kira-kira 3500 peserta dan panitia dari berbagai divisi) di satu lapangan luas, pakai atribut tameng dan topi wayang (bikin bareng teman-teman sekelompok di basecamp), terkesan pada Danlap yang berorasi dengan gagahnya, terkesan pada Punggawa yang mau-maunya ikut capek bareng peserta (tapi tetap senyum dan ngasih semangat terus), dimarahi Rahwana gara-gara rok kependekan (oh ya, aku sempat sengaja nggak bawa tugas, cuma karena pingin ngerasain dihukum), lari-lari sambil megang tas teman yang di depan (pundak sampai sakit rasanya gara-gara tas ditarik-tarik sama teman yang di belakang, padahal harus lari nyusul teman yang di depan juga), lingkar wacana sama mentor, nyanyi lagu-lagu kampus, senam pagi bareng LSS yang kocak, Salam Ganesha, body wave sampai kaki mati rasa (tapi pas lihat hasil rekamannya ternyata keren banget!).

Lalu, OSKM 2005 yang lebih berkesan lagi. Aku jadi Supernova (taplok). Ikut Diklat selama kurang lebih 2 bulan, belajar banyak tentang kemahasiswaan, nyari stempel di BEC, bagi-bagi selebaran di Dago, bikin drama tentang kaderisasi dan kemahasiswaan terpusat, kumpul di CC jam 5.15 pagi, lari keliling kampus dan olahraga bareng, bikin papan kelompok sama pasangan, dan tentunya... malam Pra OSKM yang sampai sekarang masih jadi salah satu momen paling berkesan buatku. Malam itu, untuk pertama kalinya aku memberi Salam Ganesha dan nyanyi lagu Mentari benar-benar dari hati. (Ha... ha... does this sentence make you wanna puke?)

Sayang, waktu itu baru pergantian Rektor, dan Rektor yang baru sepertinya sedikit alergi pada kegiatan-kegiatan kaderisasi seperti OSKM ini. OSKM jauh dari yang aku (dan sepertinya semua panitia lain) bayangkan. Kami tak ubahnya seperti EO untuk acara Rektorat, dengan segala peraturan dan batasan ini-itu.

But, still, OSKM has always been so meaningful to me. Aku dapat banyak hal di sini, lebih dari sekedar kenalan baru, teman baru, atau kecengan baru. ^_^

And now, OSKM 2006 is approaching! Sekarang aku bergabung dengan tim Acara.

Dan kenapa aku mau jadi panitia OSKM (lagi)? Kenapa aku mau-maunya rapat hampir setiap hari dan panas-panasan ngurus Diklat calon panitia, sementara orang lain pergi liburan atau malah tidur di rumah?
- Ingin berbuat ‘sesuatu’ untuk almamater tercinta ini, mumpung masih jadi mahasiswa.
Seriously.
- Sense of belonging. Sebagai alumni OSKM 2004, aku merasa punya keterikatan dengan OSKM dan masih punya tanggung jawab untuk OSKM selanjutnya.
- OSKM mungkin satu-satunya momen yang paling bisa menyatukan anak ITB dari berbagai jurusan dan angkatan. Bisa banget buat nambah teman baru!
- Memang sejak OSKM 2004 sudah terpikir, “Tahun depan mau jadi panitia!” dan sejak OSKM 2005 sudah terpikir, “Tahun depan mau jadi panitia lagi!”
- Buat ngisi liburan. Sudah terbiasa sibuk semester 4 ini, sampai sering nggak sempat makan, tidur di atas jam 12, kalau selama liburan nggak ada kegiatan yang berarti bisa-bisa cuma bikin badan melar...
- Kapan lagi pakai jaket almamater? Kapan lagi merasakan jadi mahasiswa?
- Dan bukankah “Segala yang indah berawal dari OSKM?” (mengutip pernyataan Danang (PL ’01), Sekjen OSKM 2004) ^_^

Untuk Tuhan, bangsa, dan almamater.
Merdeka.

20.6.06

Libur Telah Tiba!

Senior-senior di TL bilang, semester 4 itu semester yang paling ditakuti di TL. Mata kuliah yang ‘angker’ berkumpul semua di sini. Tapi akhirnya, setelah 6 bulan berkutat dengan macam-macam Praktikum (belum lagi Pengamatan dan laporannya) dan tugas-tugas Menggambar Teknik yang menggunung, setelah 6 bulan sering nggak sempat makan dan tidur di atas jam 2 pagi, semester 4 berakhir juga, dengan IP yang ‘lumayan’... ;p Dan sekarang... libur telah tiba! Waktunya menyibukkan diri dengan berbagai kepanitiaan di kampus, sebelum mulai mikirin KP tahun depan!

Things to do liburan ini (berdasarkan prioritas):
-Enviro (majalahnya HMTL): jadi Editor in Chief

-OSKM: jadi Sekretaris tim Acara, tim Diklat calon panitia lapangan
-OHU: jadi Staf Humas (PJ untuk Zona 1)
-OHU-nya Boulevard: tadinya jadi PJ, tapi kayaknya nggak sanggup karena ternyata jadi panitia OHU lebih berat dari yang kukira. Sekarang Arfah yang ngurus semuanya. Maaf ya Fah aku lepas tangan...
-Dies natalis HMTL, workshop Indonesia Power: bantu-bantu aja kali ya...
Oh, it’s gonna be a busy holiday...

Libur telah tiba! Libur telah tiba! Hore! Hatiku gembiraaa...

 
design by suckmylolly.com