
Aku haus. Benar-benar haus.
Tapi aku tidak mau air putih. Air putih terlalu sederhana buatku dengan segala ego ini. Aku mau anggur mahal dalam botol yang mewah. Yang rasanya memabukkan. Yang bisa memberi kesan 'wah'. Tidak peduli berapa uang yang harus kukeluarkan untuk sebotolnya. Tidak peduli walaupun aku hanya bisa menyicip seteguk, tidak bisa memiliki semuanya. Tidak peduli walaupun aku harus mengorbankan banyak hal.
Segelas air putih tersaji di meja. Tidak kusentuh, kubiarkan saja di sana. Aku pergi mencari seteguk anggur mahal. Toh air putih itu akan tetap di sana, menungguku, menawarkan kesejukan dan kesegarannya untukku.
Tapi ternyata seseorang telah mengambil segelas air putih itu. Dan sekarang, kenapa aku justru merindukan kehadirannya?
Segelas air putih yang menyembuhkan dahaga.
Segelas air putih yang menyejukkan.
Segelas air putih yang sederhana...
-Ditulis setelah kebetulan bertemu seseorang, yang kebetulan sedang bersama seseorang yang lain lagi, A A A R R G H ! ! ! Tapi ya sudahlah, hahaha...-
15.12.08
Segelas Air Putih
Posted by Adisti Dini Indreswari at 11:53 PM 4 comments
Labels: my diary, my love life
1.12.08
...
Having a lack of passion to write lately. Something I usually get passionate about. Something that always been my deepest obsession. Don't know how or why.
Pathetic...
Posted by Adisti Dini Indreswari at 6:06 PM 3 comments
Labels: miscellaneous
11.11.08
Quote of the Day

"For me, a perfect chocolate bar should be bitter sweet, not all sweet, and certainly not all bitter, for then you lose all the fun." -Grow A Day Older, Rectoverso (Dee)-
And so is life. Just enjoy every bite of it! :D
Posted by Adisti Dini Indreswari at 9:20 PM 3 comments
Labels: miscellaneous
31.10.08
Wisuda Kali Ini (Part II: Oktober 2008)
Another graduation day. Selamat buat para wisudawan:
~ Sahabat-sahabat SEQUEL (ini nama angkatan TL 2004-red) yang saya beri bunga: Christy, Nova, dan Miranti. Juga Ayi, Iin, Bunga, dan Ade. Mereka ini teman duduk bareng saat kuliah, ngerjain tugas bareng, belajar bareng, makan siang bareng, ketawa-ketiwi, ngegosip, foto-foto narsis, ngeceng, jalan-jalan, hunting tempat makan, shopping, nginep bareng, curhat, nangis-nangis, berbagi mimpi, saling support... Wow, we've been through a lot of things... Juga 29 SEQUEL lain yang nggak saya beri bunga, tapi percaya deh, kalian juga sangat spesial buat saya.
Empat tahun ternyata sebentar ya. Rasanya baru kemarin kuliah TPB dan MPAM bareng kalian. Hmm... isn't it funny how time flies?
Guys, it's kinda hard letting you go. Terutama sebagai pihak yang 'ditinggal'. jadi ingat puisi yang dibacakan Bos waktu syukwis HMTL, yang sempat kami banjir air mata: ![]()
Dan hendak meninggalkanku dengan sisa kenangan yang ada
Ingin rasanya kurengkuh dan kupeluk erat pundak-pundak itu
Tanpa hendak kumelepasnya
Ingatlah selalu, lagu yang kita nyanyikan bareng-bareng waktu performance angkatan:
If you feel lost
And on your own
And far from home
you're never alone, you know
Just think of your friends
The ones who cares
They all will be waiting there
With love to share
And your heart will lead you home
-Your Heart Will Lead You Home (Kenny Loggins)-
Buat 66 SEQUEL yang masih berkutat sama Tugas Akhir, Kerja Praktek belum beres, masih sibuk sama tugas kuliah, masih pusing habis UTS... S E M A N G A T ! ! !
~ Sobat Bolang: Gilang (GD 2004, presiden Bolang, presiden saya hahaha...) dan Alfi (FT 2004, mantan ketua HMFT, ketua promotor Bolang). Dua orang ini inspiring in their own way. Saya belajar banyak dari mereka.
~ Seseorang dari masa lalu: si 'Jerk' yang saya maksud di sini. Did I disappoint you? Did I displease you? Did I hurt you? Did I break your heart into pieces? Ouw, so sorry. But that's just what you did to me. May I call this 'sweet revenge'?
Huh, ternyata lulus sekarang kamu. Katanya masih betah di kampus. Katanya kalau sudah lulus tuntutannya jadi beda.
~ Dan semua teman-teman saya yang lain...
C O N G R A T S T O Y O U A L L ! ! !
Selamat berjuang di kehidupan pasca kampus. And hope this friendship will never end, OK?
Oh ya, kalau sebelumnya saya berada dalam tahap saya-takut-semua-orang-sudah-berlari-jauh-meninggalkan-saya, sekarang sudah selangkah lebih maju. Walaupun saya belum mulai berlari, at least saya sudah tahu garis finish mana yang saya tuju. Semoga wisuda part III (Maret 2009 nanti) adalah wisuda saya. Amin amin amin!
Posted by Adisti Dini Indreswari at 9:33 PM 2 comments
Labels: my activities, my diary
20.10.08
Oh No, Not Again!
Please, saya sudah capek. Capek memaklumi kamu. Capek bersikap permisif kepadamu. Capek menutupi kesalahanmu.
Bukankah keputusan ini kamu sendiri yang ambil? Rasanya kita sudah sama-sama dewasa. Harusnya kamu bisa bersikap seperti seorang yang dewasa.
Asal kamu tahu, saya juga punya masalah. Siapa sih yang tidak? Kalau tidak mau punya masalah, tidak usah hidup lah!
Maaf, tapi saya sudah kehilangan respek padamu. Saya tidak mau kamu pimpin.
Kamu tahu kan karakter saya. Jadi please, jangan membuat saya merasa bersalah dan bertanggung jawab. Jangan membuat saya terpaksa mengambil alih kendali. Jangan membebani saya...
-saya lagi kesal karena (lagi-lagi) harus jadi PJS Menteri-
Posted by Adisti Dini Indreswari at 7:39 PM 4 comments
Labels: my diary
15.10.08
RUU Pornografi vs RUU APP
Pertama-tama, saya permisi dulu kalau-kalau tulisan ini dianggap vulgar atau kurang sopan.
RUU APP (Anti Pornografi dan Pornoaksi) yang sempat dilupakan orang mulai terdengar gaungnya lagi akhir-akhir ini. Pertama kali mendengar RUU ini (tahun 2006 kalau tidak salah), saya bingung. Harga BBM naik terus, harga sembako selangit, korupsi merajalela, hutang luar negeri menumpuk, banyak anak putus sekolah, banyak anak busung lapar, aset negara diprivatisasi pihak asing, emisi gas rumah kaca makin tidak terkendali, kok sempat-sempatnya para wakil rakyat yang duduk di DPR itu membahas paha dan dada perempuan. Apa tidak lebih baik biaya untuk pembahasan RUU ini dialokasikan untuk hal lain yang lebih krusial dan lebih konkret? Tapi ya sudahlah, sebagai warga negara yang baik saya manut saja. Masa mau mengkudeta pemerintah atau mengungsi ke luar negeri? ![]()
Sekarang RUU APP sudah direvisi menjadi RUU Pornografi. Dibanding RUU APP, RUU Pornografi ini terasa lebih longgar. Kalau RUU APP cenderung melarang segala bentuk pornografi, RUU Pornografi cenderung mengatur pornografi. Dulu, saya termasuk golongan yang kontra terhadap RUU APP. Kalau saya cermati sekarang, draft RUU Pornografi ini sudah jauh lebih baik dibanding draft RUU APP yang super ‘geje’ alias ‘ga jelas’. Tapi masih ada beberapa cacat:
1. Definisi pornografi sendiri belum jelasIngat, "...atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi..." bisa berarti apapun, lho!Oh ya, saya jadi kepikiran, dalam draft ini banyak istilah seperti senggama, alat kelamin, telanjang, anal seks, dan oral seks. Bagaimana ya kalau ada orang yang pikirannya saking ngeresnya mendengar kata-kata itu saja bisa terangsang? Berarti RUU Pornografi juga harus dimusnahkan dong! ![]()
![]()
![]()
2. Mendiskriminasi perempuan
“Kami, kaum perempuan, selalu saja dicurigai sebagai mesin perusak masyarakat bila berusaha membebaskan tubuh, pikiran, dan perasaan dari perangkap nilai dan sistem sosial yang menjadikan kami manusia kelas dua, Second Sex kata Simone de Beauvoir. Kami ingin keluar dari harga mati bahwa perempuan adalah lubang rahim di dalam perut. Kami ingin keluar dari jeratan tubuh biologis ini. Mengakui tubuh keperempuanan kami, dan bebas menentukan apa saja masa depan tubuh, pikiran, dan perasaan kami. Inilah yang sebenarnya ditakuti kekuasaan politik, sosial, budaya, dan laki-laki.”
-Bulan Jingga dalam Kepala (M. Fadjroel Rachman) hal.242-
Walaupun RUU ini bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi perempuan seperti tercantum dalam Pasal 3, saya takut dalam prakteknya perempuan Indonesia akan (makin) terdiskriminasi. RUU ini berangkat dari paradigma sesat bahwa seakan-akan perempuanlah yang menjadi penyebab kerusakan moral negeri ini.
Oh, come on! Laki-laki yang tidak bisa mengontrol syahwatnya, kok perempuan yang disalahkan? Ini kan tidak masuk akal! Lihat saja di Arab Saudi. Perempuan di sana bajunya tertutup semua, tapi TKW Indonesia banyak yang diperkosa. Tanya kenapa? Lihat juga di Bali.Turis-turisnya bebas berbikini bahkan topless di pantai, lukisan dan patung perempuan telanjang di mana-mana, apa perempuan Bali jadi pada diperkosa?
Ibaratnya kalau ada orang punya permata, tentu saja dia akan menjaga permata itu sebaik-baiknya. Mana ada sih orang waras yang mau barang berharganya dicuri? Tapi yang namanya maling ya pasti akan mencari celah untuk mencuri. Kalau sudah begitu, apa si pemilik permata yang disalahkan?
Saya juga perempuan, punya agama, punya orangtua, punya moral. Yakinlah bahwa semua perempuan yang punya agama, punya orangtua, punya moral, tidak akan mengumbar seksualitasnya. Kami ingin perlindungan, tapi tidak dengan cara yang diskriminatif. Kalau mau benar-benar melindungi perempuan, pertegas tuh undang-undang kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, dan human trafficking!
3. Memasung kreativitas dalam seni
Dalam RUU ini sebenarnya sudah ada pengecualian untuk seni dan budaya, tapi masih belum jelas juga. seperti tercantum dalam Pasal 4 ayat (1).
Contoh lain lagi adalah majalah Playboy Indonesia. Menurut saya, foto-foto di majalah ini artistik dan tidak vulgar sama sekali. Artikel-artikelnya pun berbobot. Tapi kenapa pada awal penerbitannya banyak pihak yang menentang? (Sayangnya, orang-orang yang katanya mau menjaga moral bangsa itu malah melakukan tindakan anarkis dengan melempari kantor majalah Playboy dengan batu. Huu... munafik!). Tabloid yang memuat foto perempuan berbikini ngangkang dengan tampang mesum, yang beredar bebas dengan harga murah sehingga anak SD bisa membelinya dengan mudah malah tidak diapa-apakan. Hm... saya jadi curiga ada permainan pihak tertentu.
Oh ya, juga tidak ada penjelasan kalau ada barang/kegiatan seni yang mengandung unsur pornografi, apakah seluruhnya harus dihilangkan atau hanya bagian yang mengandung unsur pornografi itu saja.
Masih ada lagi nih:
Pasal 8: Setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi.
Ini, selain memasung kreativitas dalam seni juga mengekang kebebasan pribadi. Bagaimana kalau untuk konsumsi pribadi dan tidak disebarluaskan? Khusus untuk Pasal 9, bagaimana kalau orang lain yang dijadikan objek itu tidak keberatan atau tidak tahu (dan tidak akan tahu karena tidak akan disebarluaskan)? Lalu bagaimana dengan karya sastra yang tidak menampilkan si objek secara eksplisit? Biasanya, karya sastra yang memuat adegan seks dibuat penulisnya berdasarkan imajinasinya, yang objeknya adalah dia sendiri atau orang dekatnya.
Pasal 9: Setiap orang dilarang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi.
4. Prakteknya
Karena kerancuannya, saya takut dalam pelaksanaannya RUU Pornografi malah cuma akan melahirkan ‘polisi-polisi moral’ yang sok suci dan membuka peluang bagi oknum aparat yang kurang bertanggung jawab untuk... ehm, you know lah. Terutama karena adanya bagian Peran Serta Masyarakat (Pasal 21-23). Saya takut rezim Taliban akan dimulai di Indonesia! Saya takut kasus majalah Playboy akan terulang!
Jadi... S A Y N O T O P O R N !
Tapi saya juga belum sepenuhnya pro terhadap RUU Pornografi. Kecualiii... kalau ada revisi. Tapi pada prinsipnya saya tetap pada pendapat saya yang pertama di atas: masih banyak hal lain yang perlu diprioritaskan, wahai para wakil rakyat!
Oh by the way, tulisan saya yang ini dan ini masuk kategori pornografi nggak ya? Well, I was just trying to be honest while most people are being hypocrite...
Sekali lagi, maaf kalau tulisan ini dianggap vulgar atau kurang sopan. It’s just my humble opinion. Since it’s my blog, and it’s my prerogative to write anything I want here. Hidup citizen journalism!
Pasal 1: Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.Hal yang dapat membangkitkan hasrat seksual itu kan berbeda-beda tergantung setiap individu. Bagaimana kalau ada yang hasrat seksualnya bangkit gara-gara melihat bibir tebal Angelina Jolie? Apa setiap foto Angelina Jolie yang beredar di Indonesia bibirnya harus di-blur? Seorang teman laki-laki pernah mengaku, kalau melihat perempuan pakai kain batik dia seringkali berimajinasi lilitan kainnya itu lepas satu per satu. Apa perempuan tidak boleh pakai kain seperti itu lagi? Saya sendiri, jujur nih, bisa turn on gara-gara laki-laki yang badannya tegap, agak kurus, dan tangannya cukup berotot. Nah lho!
Lalu, melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat itu masyarakat yang mana maksudnya? Kita kan hidup di tengah masyarakat yang plural.
Iya, saya tahu sebagai manusia kita telah dikaruniai akal untuk berpikir, untuk membedakan yang mana yang baik dan yang mana yang buruk sesuai konteksnya, tapi ada baiknya hal-hal di atas diperjelas supaya tidak menimbulkan multitafsir.
Pasal 14: Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan materi seksualitas dapat dilakukan untuk kepentingan dan memiliki nilai:Wah wah, nilai seni dan budaya itu parameternya apa? Lagi-lagi... multitafsir!
a.seni dan budaya;
b.adat istiadat; dan
c.ritual tradisional.
Penjelasan: Yang dimaksud dengan "materi seksualitas" adalah materi yang tidak mengandung unsur yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau tidak melanggar kesusilaan dalam masyarakat, misalnya patung telanjang yang menggambarkan lingga dan yoni.
Menurut saya sih, asal hal-hal yang berbau seksualitas itu dikemas dengan artistik dan tidak vulgar tidak masalah. Toh seksualitas bukan aib. Contohnya film Babel (an Academy Award winning movie yang dibintangi Brad Pitt). Di film itu ada adegan anak laki-laki (kira-kira 13 tahun) di Timur Tengah (maaf) masturbasi setelah mengintip adik perempuannya ganti baju, si adik (kira-kira 11 tahun) yang setelah tahu diintip kakaknya malah sengaja membuka jilbab dan bajunya satu per satu, dan remaja perempuan (kira-kira 17 tahun) di Jepang yang telanjang (yup, totally naked) dan menggoda beberapa laki-laki dewasa sebagai bentuk pemberontakan dan pencarian jati dirinya. Kalau merujuk pada RUU Pornografi film ini seharusnya dilarang karena memuat masturbasi dan ketelanjangan seperti tercantum dalam Pasal 4 ayat (1). Tapi menurut saya ini sama sekali bukan pornografi. Kalau dicermati, ada nilai sosial dalam ketiga adegan tersebut.
Contoh lain adalah kutipan novel ini.
"Di tengah mimpinya kuda putih itu datang membangunkan. Dengan matanya makhluk cantik itu berkata. Sesuatu yang tak ia mengerti. Tapi sesuatu yang menguak keinginan di dalam dirinya. Pelan-pelan ia menjadi berani, untuk menakjubi tubuh betina itu dengan tangannya. Seperti yang dilakukan Sang Tuan si penunggang. Lalu ia beranikan diri menakjubi dengan kakinya. Dan seluruh tubuhnya. Ia telah berada di atas kuda itu sekarang, meski dengan susah payah dan gemetar yang sangat, tubuhnya tidak tegak, melainkan runduk memeluk leher dan menghirup hangat surai. Kuda putih itu membawanya. Gulung gemulung. Di antara jerami."
-Bilangan Fu (Ayu Utami), hal.336-
Ini sebenarnya adegan seks pemuda 17 tahun dengan ibu tirinya. Kalau merujuk pada RUU Pornografi tulisan ini juga seharusnya dilarang karena memuat persenggamaan
Posted by Adisti Dini Indreswari at 2:41 AM 7 comments
Labels: my thoughts
25.9.08
Fiuhh...
Akhirnya, semua tentang Kerja Praktek saya beres sudah. Dulu, saya pikir yang namanya Kerja Praktek nggak akan seribet ini. Sampai molor satu semester. Karena topiknyakah? Karena dosen pembimbingnyakah? Karena saya malaskah? ![]()
Yang jelas, selain ucapan terima kasih resmi yang ada di laporan, saya mau berterima kasih buat:
~ Mama, Mama, dan Mama. I can never thank you enough.
~ Sonny yang sudah mengantarkan ke rumah dosen pembimbing, juga somehow memberi saya pencerahan. Thanks a lot, dude!
~ Reswa, Kak Rian, dan Andin yang membantu menyusun kata-kata dalam Bahasa Inggris.
~ Sahabat-sahabat saya yang lain yang pernah menyemangati walaupun cuma sekilas: Edo, Boma, Aji, Essa, Shana, Sonny (lagi), dan Christy. It means a lot to me.
~ Anak-anak TL 2005: Ila dan Rina (partner presentasi, yang sekarang sudah di Jepang), Okta dan Dinda (teman sesama dosen pembimbing).
Ditunggu lagi supply bantuan dan semangatnya buat TA! ![]()
![]()
![]()
Posted by Adisti Dini Indreswari at 6:51 PM 0 comments
Labels: my activities
16.9.08
TA, Here I Come!
Dan hal paling pertama yang harus diputuskan sebelum mengerjakan TA adalah: topik! Dengan menimbang dan mengingat hal-hal berikut:
[X] Saya sangat tertarik dengan pengelolaan sampah, dari segi teknis maupun manajemennya.
[X] Saya nggak pernah mengambil mata kuliah pilihan udara, jadi nggak mungkin mengambil topik TA tentang udara.[X] Saya nggak mau melakukan penelitian laboratorium. Penelitian laboratorium berarti harus standby di tempat yang sama (baca: laboratorium) seharian, selama berbulan-bulan, mengulang pekerjaan yang sama, harus super teliti, kalau ada yang salah harus diulang dari awal, A A A R R G H !!! Saya sudah muak gara-gara praktikum Pengolahan Limbah Industri semester lalu! Kalau prosesnya fisika saya masih mau, tapi kalau proses kimia dan biologi saya angkat tangan.[X] Saya tertarik melakukan penelitian lapangan (bukan penelitian laboratorium), karena basically saya suka jalan-jalan.[ ] Saya suka kuliah yang berhubungan dengan desain distribusi atau jalur (bukan desain instalasinya), seperti Plambing, Penyediaan Air Minum, Drainase, dan Penyaluran Air Buangan.[ ] Saya lumayan suka menggambar di AutoCAD.
[X] Saya nggak mau bikin desain instalasi pengolahan air limbah atau air minum, apalagi kalau harus penelitian dulu buat uji karakterisasi. KP saya tentang evaluasi instalasi pengolahan air limbah laboratorium, dan laporannya saya tunda-tunda terus karena nggak suka topiknya (alasan...
)[X] I’m basically not a computer person, jadi nggak mau TA tentang permodelan.
[X] Saya nggak mau berhubungan dengan pasar, limbah rumah sakit (limbah medis), limbah domestik, atau daerah dengan poor hygiene. Yeah, call me spoiled brat.
[X] Saya mau dosen pembimbing yang baik, sudah senior, dan gampang ditemui.
[X] Tempat TA jangan jauh-jauh, karena saya masih harus mengambil minimal 8 SKS lagi semester ini, plus beberapa tanggung jawab lain di luar akademis.
[ ] Kalau bisa ada partner, dan harus yang nyambung.
Memutuskan bahwa topik TA saya adalah...
Dan dosen pembimbing saya adalah...
Jadi, pada intinya TA saya ini membahas aliran material kertas koran seperti ini:
Apa hubungannya sama teknik lingkungan? Bisa dianalisis dari segi konservasi bahan baku (pohon sebagai bahan baku kertas), minimasi limbah yang terbentuk dari proses produksi, minimasi sampah yang harus diolah di TPA, dan aktivitas daur ulang oleh sektor informal. Tujuan akhirnya adalah merancang suatu skenario pembangunan infrastrukturdaur ulang kertas koran bekas di Kota Bandung untuk mengoptimalkan pemanfaatan kertas koran bekas. Menarik kan? I hope everything will be going well, karena topik ini sudah sesuai dengan sebagian besar kriteria di atas (yang saya beri tanda X), dan beberapa alasan tambahan:~ Prinsip kerjanya mirip-mirip dengan prinsip kerja wartawan: observasi (terjun langsung ke lapangan) - survey – wawancara – pengumpulan data – penulisan laporan. Anggap saja ini artikel investigasi yang harus dibuat sedalam dan semenarik mungkin. Wah, saya tertantang!
~ Cita-cita saya kerja di media (bisa koran/majalah), jadi menarik sekali bisa menghubungkan itu dengan background pendidikan saya yang teknik lingkungan.
~ Kemungkinan saya nggak akan melanjutkan studi atau kerja di bidang teknik lingkungan, jadi nggak usah bikin TA yang terlalu teknis. Justru ilmu teknik lingkungan saya ingin saya aplikasikan di LSM nantinya, dan ilmu manajemen, komunikasi, dan link dari topik ini (semoga) akan sangat berguna.
~ Sudah ada beberapa orang yang pernah mengambil topik TA sejenis, jadi sudah ada gambaran. Data-data wilayah studi, lapak, bandar, dll juga sudah ada.
Terinspirasi dari beberapa teman yang membuat ‘buku TA’, saya juga sudah membeli notebook bersampul ungu dengan gambar panda nan lucu, yang akan menemani perjalanan saya meraih gelar insinyur, Maret 2009 nanti. Doakan saya ya!
Posted by Adisti Dini Indreswari at 1:07 AM 2 comments
Labels: my activities
19.8.08
You Don't Know What You've Got Till It's Gone, Till It's Gone, Till It's Gone...
I could tell from the minute I woke up
It was going to be a lonely lonely lonely lonely day
Rise and shine rub the sleep out of my eyes
And try to tell myself I can't go back to bed
It's gonna be a lonely lonely lonely lonely day
Even though the sun is shining down on me and I should feel about as happy as can be
I just got here and I already want to leave
It's gonna be a lonely lonely lonely lonely day
-Lonely Day (Phantom Planet)-
Memulai minggu pertama kuliah dengan perasaan nggak karuan. Hal-hal yang dulu aku anggap biasa saja, hal-hal yang dulu seringkali taken for granted, sekarang jadi suatu privilege. Kangen, kangen, kangen, kangen semuanya.
-si melankolis lagi mellow-
Posted by Adisti Dini Indreswari at 1:02 AM 2 comments
Labels: my diary
15.8.08
Curhat Sama Ivan
"Dia itu emang orangnya kalau kerja sama orang lain, kalau deket sama orang lain, selalu nunjukin kalau dia nggak punya intention apa-apa," katanya. "Lu sendiri nggak punya intention jelek kan ke dia?"
Aku menggeleng pelan.
"Kalau gitu maju terus, Dis!"
Hmm... intention, ya.
Hey, watch out! I'm not giving up on you! Y E A H ! ! ! ![]()
Posted by Adisti Dini Indreswari at 8:07 PM 1 comments
Labels: my diary, my love life


