Akhirnya, semua tentang Kerja Praktek saya beres sudah. Dulu, saya pikir yang namanya Kerja Praktek nggak akan seribet ini. Sampai molor satu semester. Karena topiknyakah? Karena dosen pembimbingnyakah? Karena saya malaskah? ![]()
Yang jelas, selain ucapan terima kasih resmi yang ada di laporan, saya mau berterima kasih buat:
~ Mama, Mama, dan Mama. I can never thank you enough.
~ Sonny yang sudah mengantarkan ke rumah dosen pembimbing, juga somehow memberi saya pencerahan. Thanks a lot, dude!
~ Reswa, Kak Rian, dan Andin yang membantu menyusun kata-kata dalam Bahasa Inggris.
~ Sahabat-sahabat saya yang lain yang pernah menyemangati walaupun cuma sekilas: Edo, Boma, Aji, Essa, Shana, Sonny (lagi), dan Christy. It means a lot to me.
~ Anak-anak TL 2005: Ila dan Rina (partner presentasi, yang sekarang sudah di Jepang), Okta dan Dinda (teman sesama dosen pembimbing).
Ditunggu lagi supply bantuan dan semangatnya buat TA! ![]()
![]()
![]()
25.9.08
Fiuhh...
Posted by Adisti Dini Indreswari at 6:51 PM 0 comments
Labels: my activities
16.9.08
TA, Here I Come!
Dan hal paling pertama yang harus diputuskan sebelum mengerjakan TA adalah: topik! Dengan menimbang dan mengingat hal-hal berikut:
[X] Saya sangat tertarik dengan pengelolaan sampah, dari segi teknis maupun manajemennya.
[X] Saya nggak pernah mengambil mata kuliah pilihan udara, jadi nggak mungkin mengambil topik TA tentang udara.[X] Saya nggak mau melakukan penelitian laboratorium. Penelitian laboratorium berarti harus standby di tempat yang sama (baca: laboratorium) seharian, selama berbulan-bulan, mengulang pekerjaan yang sama, harus super teliti, kalau ada yang salah harus diulang dari awal, A A A R R G H !!! Saya sudah muak gara-gara praktikum Pengolahan Limbah Industri semester lalu! Kalau prosesnya fisika saya masih mau, tapi kalau proses kimia dan biologi saya angkat tangan.[X] Saya tertarik melakukan penelitian lapangan (bukan penelitian laboratorium), karena basically saya suka jalan-jalan.[ ] Saya suka kuliah yang berhubungan dengan desain distribusi atau jalur (bukan desain instalasinya), seperti Plambing, Penyediaan Air Minum, Drainase, dan Penyaluran Air Buangan.[ ] Saya lumayan suka menggambar di AutoCAD.
[X] Saya nggak mau bikin desain instalasi pengolahan air limbah atau air minum, apalagi kalau harus penelitian dulu buat uji karakterisasi. KP saya tentang evaluasi instalasi pengolahan air limbah laboratorium, dan laporannya saya tunda-tunda terus karena nggak suka topiknya (alasan...
)[X] I’m basically not a computer person, jadi nggak mau TA tentang permodelan.
[X] Saya nggak mau berhubungan dengan pasar, limbah rumah sakit (limbah medis), limbah domestik, atau daerah dengan poor hygiene. Yeah, call me spoiled brat.
[X] Saya mau dosen pembimbing yang baik, sudah senior, dan gampang ditemui.
[X] Tempat TA jangan jauh-jauh, karena saya masih harus mengambil minimal 8 SKS lagi semester ini, plus beberapa tanggung jawab lain di luar akademis.
[ ] Kalau bisa ada partner, dan harus yang nyambung.
Memutuskan bahwa topik TA saya adalah...
Dan dosen pembimbing saya adalah...
Jadi, pada intinya TA saya ini membahas aliran material kertas koran seperti ini:
Apa hubungannya sama teknik lingkungan? Bisa dianalisis dari segi konservasi bahan baku (pohon sebagai bahan baku kertas), minimasi limbah yang terbentuk dari proses produksi, minimasi sampah yang harus diolah di TPA, dan aktivitas daur ulang oleh sektor informal. Tujuan akhirnya adalah merancang suatu skenario pembangunan infrastrukturdaur ulang kertas koran bekas di Kota Bandung untuk mengoptimalkan pemanfaatan kertas koran bekas. Menarik kan? I hope everything will be going well, karena topik ini sudah sesuai dengan sebagian besar kriteria di atas (yang saya beri tanda X), dan beberapa alasan tambahan:~ Prinsip kerjanya mirip-mirip dengan prinsip kerja wartawan: observasi (terjun langsung ke lapangan) - survey – wawancara – pengumpulan data – penulisan laporan. Anggap saja ini artikel investigasi yang harus dibuat sedalam dan semenarik mungkin. Wah, saya tertantang!
~ Cita-cita saya kerja di media (bisa koran/majalah), jadi menarik sekali bisa menghubungkan itu dengan background pendidikan saya yang teknik lingkungan.
~ Kemungkinan saya nggak akan melanjutkan studi atau kerja di bidang teknik lingkungan, jadi nggak usah bikin TA yang terlalu teknis. Justru ilmu teknik lingkungan saya ingin saya aplikasikan di LSM nantinya, dan ilmu manajemen, komunikasi, dan link dari topik ini (semoga) akan sangat berguna.
~ Sudah ada beberapa orang yang pernah mengambil topik TA sejenis, jadi sudah ada gambaran. Data-data wilayah studi, lapak, bandar, dll juga sudah ada.
Terinspirasi dari beberapa teman yang membuat ‘buku TA’, saya juga sudah membeli notebook bersampul ungu dengan gambar panda nan lucu, yang akan menemani perjalanan saya meraih gelar insinyur, Maret 2009 nanti. Doakan saya ya!
Posted by Adisti Dini Indreswari at 1:07 AM 2 comments
Labels: my activities
19.8.08
You Don't Know What You've Got Till It's Gone, Till It's Gone, Till It's Gone...
I could tell from the minute I woke up
It was going to be a lonely lonely lonely lonely day
Rise and shine rub the sleep out of my eyes
And try to tell myself I can't go back to bed
It's gonna be a lonely lonely lonely lonely day
Even though the sun is shining down on me and I should feel about as happy as can be
I just got here and I already want to leave
It's gonna be a lonely lonely lonely lonely day
-Lonely Day (Phantom Planet)-
Memulai minggu pertama kuliah dengan perasaan nggak karuan. Hal-hal yang dulu aku anggap biasa saja, hal-hal yang dulu seringkali taken for granted, sekarang jadi suatu privilege. Kangen, kangen, kangen, kangen semuanya.
-si melankolis lagi mellow-
Posted by Adisti Dini Indreswari at 1:02 AM 2 comments
Labels: my diary
15.8.08
Curhat Sama Ivan
"Dia itu emang orangnya kalau kerja sama orang lain, kalau deket sama orang lain, selalu nunjukin kalau dia nggak punya intention apa-apa," katanya. "Lu sendiri nggak punya intention jelek kan ke dia?"
Aku menggeleng pelan.
"Kalau gitu maju terus, Dis!"
Hmm... intention, ya.
Hey, watch out! I'm not giving up on you! Y E A H ! ! ! ![]()
Posted by Adisti Dini Indreswari at 8:07 PM 1 comments
Labels: my diary, my love life
19.7.08
Wisuda Kali Ini
Wisuda kali ini cukup spesial buat saya, karena ada beberapa orang yang spesial buat saya yang diwisuda.
Saya standby di gerbang Ganesha menunggu arak-arakan, memberi bunga dan kolase foto buat Sobat Bolang yang diwisuda: Fahri (Kimia, mantan ketua Amisca), Edo (Teknik Mesin, mantan ketua HMM), Ikur (Farmasi, mantan ketua UKB, sekarang Menteri Seni-Budaya Kabinet), dan Zack (Farmasi juga, mantan ketua UKA). Oh ya, sempat juga memberi setangkai mawar merah -spontaneously- buat bos saya, si Hendra. (He?! What the hell were you thinking, Dis?)
Walaupun teman seangkatan saya di TL yang diwisuda sekarang cuma 3 orang: Uti (dengan predikat cum laude, tentunya), Anggy, dan Fitria, dari jurusan lain ternyata cukup banyak juga... Sebagian dari mereka saya kenal sejak masih pakai seragam putih-abu saat PMB di Sabuga. Sebagian lagi baru saya kenal beberapa bulan lalu, tapi sudah saya anggap teman baik. Ada yang sudah dapat beasiswa S2, ada juga yang sudah dapat kerja.
Dulu, kami masih sama-sama di garis start, ambil ancang-ancang untuk berlari. Dan sekarang, rasanya mereka sudah meninggalkan saya... Ah, saya takut. Takut kalau nanti mereka sudah menancapkan bendera di garis finish, saya masih terengah-engah berlari. Takut tertinggal terlalu jauh. Takut terjatuh dan tidak ada yang menolong karena semuanya sudah jauh di depan saya. Tapi kalau kata salah satu teman saya yang diwisuda: “I’m going nowhere, Dis. Still be here and run together with you.” ![]()
Yah, apapun, selamat mengejar mimpi kalian. Same here, saya juga sedang mengejar mimpi saya...
Posted by Adisti Dini Indreswari at 3:12 AM 0 comments
Labels: my diary
6.7.08
My Best Friend's Wedding
Posted by Adisti Dini Indreswari at 6:53 PM 4 comments
Labels: miscellaneous
2.7.08
SMS
Aku baru ganti HP (ehm!
) Sayangnya aku nggak berhasil menemukan cara untuk memindahkan SMS-SMS-nya. Sedih banget mesti pisah sama 300an SMS yang kukoleksi selama 2 tahun pakai Nokia 6681 itu
Aku selalu menyimpan SMS waktu aku ulang tahun, waktu aku sakit, Lebaran, tahun baru, curhatan sama teman, SMS yang isinya memberi semangat atau support, dan SMS-SMS lain yang masuk kategori ‘sayang dihapus’. Cara ampuh buat mengatasi kesepian atau memperbaiki mood kalau lagi down adalah membaca ulang SMS-SMS itu. Simply just reading my old messages. Trust me, it really works. Minimal aku bisa senyum-senyum sendiri waktu membacanya.
Karena aku tipe orang yang suka mengelompokkan segala sesuatu biar lebih rapih, jadi SMS-SMS yang masuk kategori ‘sayang dihapus’ itu kumasukkan ke folder-folder. Dari 10 folder yang ada, 3 di bawah ini yang jadi favoritku dan paling sering kubaca. Sebagai kenangan terkhir, I’d like to share them here. Dari masing-masing folder kupilih 5 SMS secara acak (sumpah, secara acak!
) dan kutulis di sini tanpa diedit sama sekali. Ini dia:
1. [ganBaTte!!! =D]: SMS-SMS yang memberi semangat. Paling wajib dibaca kalau semangat lagi hilang entah ke mana. Ada 52 SMS di kategori ini.
Yandi (FT 2004) 10:03:2007 14:05
Peraturan hearing dan
berita acra. no nya tanya k
abs. aq g nytat. ntar sore
aq ksana. SEMANGAT.
Edo (Geodesi 2004) 24:01:2008 18:57
Hei,dis.Lg sibk y.Smangat y..
Boma (Elektro 2002) 18:04:2008 06:18
Adis. Salam kenal. Nice to
meet u..
Mw ingetin lg, hr ini qt
kumpul jm7 di tmpt makan.
Smangat!
Ezi (TL 2005) 09:02:2007 21:38
Sip!! Thanks pengertiannya
y dis =D
sbgi koordinator adis jg hrs
lbh smgat. Hehe
hidup semangat! Semangat
hidup (smstr 4)! Hehe
Edo (Geodesi 2004) 24:01:2008 20:10
Oh si doi.Dis,gw mndi dlu y
(sklyn gw mikrn hubgnny
ma nomat).Smangt aj dh
ngurs kp-ny!CahyoO!!
2. [get weLL soOn]: SMS-SMS waktu aku sakit, doa biar cepat sembuh, told me to take a rest, dsb. Ada 28 SMS di kategori ini.
Sano (TL 2000) 02:07:2007 08:12
ButuhASAP.
KaloDiAttachKeEmailGw,Bisa?
*****@yahoo.com
Icha (TL 2004) 24:03:2007 19:01
Ngumpul tgs +dkasih tgs
bru, yg dkumpul tgl 4, hmm
bsk blum tau euy... Paginy
mgkn mau puas2in tdr dulu
hehehe cpt smbuh y dis...
Hendra (Material 2004) 27:04:2007 11:15
Asw.Gmana cek darah nya?
Ga DB kan?moga cpt
sembuh..
Farah (temen SMA) 20:11:2007 12:12
Thnx y,mkn ma gmpg asl
hslny bgs,he.. Gw doain jg
mga lu cpt smbh+jgn skt2 lg
y!amien.. ;-)
Yusi (TL 2005) 23:04:2007 16:34
Kak,nindi ud bs dhubungin,
rapatnya jd kok..Cepet
smbuh y kak adis..=)
Irma (temen SMA) 16:08:2007 19:43
Td cm be3,gw+tari+frh, seru,
mkn2 ja+fto box.. Qay d,
take care y dis.
Miranti (TL 2004) 13:02:2008 19:49
Adiis! Gw pLg suka yg
pengobAt luka..Tampak
irOnis ckckck..Endingny
suka! Ga nyangka soaLny..
Hoho
Hendra (Material 2004) 16:01:2007 20:30
Ok.Deh,gw percaya ama
temen2..Hoho,gw seneng klo
gini.. n_n
sampe ktemu,mdh2n plg
tlat d pleno pemira mgu
dpn..
Aji (Informatika 2004) 12:04:2008 07:14
Hehe.. Ya udah gapapa. Tapi
bakal ada gelombang
terakhir kayaknya. nanti gw
kabarin lagi. Sukses ya ujian
n tugasnya..
Ezi (TL 2005) 23:08:2007 23:20
Dis,brasa abis pls aj niy.bs
tnyt nyisa bwt bbrp sms lg.
td ji mw ngasi draft lpj,tp
pas liat adis eh jd lupa aj:(
he2,makasiya dis,best
wishes 4 adis 2:)
Ayo kirim lagi SMS sebanyak-banyaknya ke nomorku, dengan senang hati akan ku-save, aku mau mulai mengoleksi SMS lagi, hehe...
Posted by Adisti Dini Indreswari at 11:48 PM 2 comments
Labels: miscellaneous
19.5.08
Bukan Pilihan Salah
Jumat, 16 Mei 2008
Aku emosi saat rapat Kabinet. Bayangkan, ada orang yang mengangkat isu tentang tim Bolang (bahkan jelas-jelas menyebut nama) di tengah-tengah rapat yang tadinya membahas isu BBM. Bukan masalah besar sebenarnya, dan masalahnya juga sudah selesai. Mungkin ini memang kultur dimana aku harus menyesuaikan diri. Mungkin juga aku sedang PMS dan jadi over sensitif, atau sifat drama queen-ku sedang muncul. Tapi aku nggak suka ada yang bicara buruk tentang tim Bolang, apalagi di depan umum. Nggak suka, nggak suka, nggak suka! Aku rela melakukan apa saja demi membela kehormatan tim Bolang!
Kalau dipir-pikir, kenapa ya?
Seorang teman sejurusan pernah bertanya, "Kok lu sampai segitunya sih Dis ke Bolang?" melihatku semangat berkampanye 'gerilya' waktu masa kampanye. Seorang teman yang lain pernah bertanya dengan polosnya, "Kenapa lu gabung sama mereka?", terkait isu 'kiri-kanan-depan-belakang-atas-bawah' yang sering dibicarakan di ITB.
Aku cuma menjawab, "Inilah pilihan gue..."
Senin, 19 Mei 2008
Intro lagu We're Going to the Star-nya Goodnight Electric terdengar dari handphone-ku, tanda ada telepon masuk. Aku tersentak dari tidur lelapku. Masih dengan mata setengah terpejam, tanganku menggapai-gapai mencari handphone yang terselip di antara tumpukan bantal dan boneka di kasur.
Jarum jam di dinding menunjukkan pukul setengah tiga pagi. "Orang macem apa sih yang nelepon jam segini!" makiku dalam hati. Di layar handphone tampak nomor tidak dikenal. Refleks, aku menekan tombol reject. Paling juga orang iseng, pikirku.
Aku sedang bersiap-siap menarik selimut kembali ketika ada SMS masuk dari nomor tidak dikenal itu. Dari salah seorang Sobat Bolang, ternyata.
"'Puasa pd prtngahn bulan spt brpuasa spnjg tahun'(H.R.Nasai, Ibn Hibban menshahihkn hadis ini) hr ini udh ayyamul bidh-tengah bulan, puasa yuk.."
Subhanallah, ternyata tadi dia mau membangunkanku untuk salat tahajud dan sahur. Aku baru ingat hari ini kami janjian puasa sunnah bareng dan buka bareng. Bukan untuk pertama kalinya. Sayang aku sedang berhalangan. Tapi mumpung sudah bangun, aku meneruskan membaca buku Principles of Water Quality Control, bahan laporan Kerja Praktekku, yang tergeletak di kasur. Tadi malam aku ketiduran saat membaca buku itu. Aku jadi merasa bersyukur dibangunkan. Kok ada ya, orang yang melawan kantuk di dini hari dan mau buang-buang waktu, tenaga, dan pulsa buat membangunkan temannya?
Kalau dicek, di folder SMS di handphone-ku dan di folder e-mail-ku banyak juga pesan dari para Sobat Bolang yang sengaja kusimpan. Dari yang isinya kata-kata bijak sampai yang sekedar memberi semangat. I know that they, somehow, are there for me. Hmm... mungkin ini alasannya kenapa aku bilang aku rela melakukan apa saja demi tim Bolang... Bukan sekedar tim sukses calon Presiden KM, ini keluarga.
Jadi ingat tiga bulan yang lalu...
Jumat, 23 Februari 2008
Menerima SMS dari Jarwo. Datang ke kantin GKU Barat dengan ragu-ragu. Bertemu Bobby, Gilang, dan beberapa orang lain yang nantinya akan jadi Sobat Bolang juga. Berbagi visi-misi dan mimpi untuk KM ITB. Menuliskan nama dan tanda tangan di lembar promotor. Menyerahkan fotokopi KTP dan KTM yang kebetulan ada di dompet.
Padahal saat itu aku sudah diajak tim lain, tapi aku belum sempat bertemu langsung dengan calon yang didukung tim itu. Tentunya ada beberapa pertimbangan kenapa akhirnya aku gabung dengan tim Bolang, tapi lebih karena intuisilah aku memilih gabung di sini.
Pilihan yang, aku tahu tiga bulan kemudian, bukan pilihan salah...
Posted by Adisti Dini Indreswari at 10:48 PM 3 comments
Labels: my activities, my diary
29.4.08
Fit and Proper Test
Tadi pagi saya baru menjalani fit and proper test calon Menteri Kominfo Kabinet KM ITB periode 2008/2009. Apa yang dites? Ya apakah saya cukup fit dan proper menempati posisi itu...
Kemarin malam Essa (yang juga akan fit and proper test Menteri P&K) menelepon. “Dis, lagi ngapain?”
“Nggak lagi ngapa-ngapain.” Sebenarnya saya sedang mengerjakan tugas kuliah, tapi saya takut dia jadi segan kalau mau curhat.
“Emang udah nyiapin buat besok?”
“Lho, emang mesti nyiapin apa?” Pikir saya, saya nggak usah menyiapkan apa-apa buat tes ini. Kalau ditanya nggak bisa jawab, ya tinggal bilang saja, “Nggak tau.” Toh saya memang nggak berambisi jadi menteri. Nothing to lose. Saya juga sudah bilang ke Shana, saya siap membantu tapi nggak jadi first man. Saya kan ingin memperbaiki IPK. Jadi second atau third man, boleh lah. (Kalau kata Iqbal , “Lu emang nggak akan jadi first man kok, tapi jadi first woman.”
) Jadi bisa dibilang fit and proper test ini cuma formalitas.
Essa memanas-manasi saya. “Masa kalau ditanya lu mau jawab nggak tau? Malu-maluin dong. Shananya juga malu ntar.” “Orang lain kan nggak tau ini formalitas atau bukan.” “Tadi udah ada yang dites, katanya dibantai lho.”
Oh, begitu ya. Tapi saya sedang tanggung membuat jalur pipa air buangan apartemen dan menghitung dimensinya, tugas Plambing yang deadline-nya besok. Habis ini saja siap-siapnya, pikir saya.
Tapi tugas itu baru selesai sekitar jam 12 malam. Mata lelah memelototi layar laptop terus-terusan. Akhirnya saya malah tidur. Saya cuma sempat membaca sekilas coretan di organizer saya paginya. Coretan yang yang dibuat waktu masa kampanye dengan tim Bolang, tentang mimpi dan harapan untuk KM ITB.
Saya datang awal ke Campus Center. Gilang kebetulan menelepon dari Jakarta. Oh ya, Bobby juga sempat mengirim SMS untuk sekedar memberi semangat. Ah, mereka memang sahabat-sahabat saya...
Dan ternyata, yang ‘mengetes’ saya adalah Ngkong, haha... Ada juga beberapa Senator lain dan Kabinet yang dulu. Sesi pertama tentang wawasan kemahasiswaan. Aduh, kok saya hilang ingatan tentang wewenang Kabinet dan Kongres, dan pola hubungan antara Kabinet-Kongres-Himpunan-Unit. Padahal waktu PMB 2007, saya menjelaskan itu pada anak-anak kelompok mentoring saya. Semoga jawaban saya nggak salah...
Wawancara berlangsung sekitar 60 menit. Umumnya pertanyaan saya jawab berdasarkan pengalaman, pandangan pribadi, atau spontan saja. Ketidaksepakatan soal Campus Channel sempat jadi bahasan. Di akhir, salah seorang pewawancara bilang, “Tanya-tanya lagi ya soal media, kayaknya pengetahuan kamu tentang media masih kurang.” W H A T T H E - ? ? ? Tahu apa dia? Rasanya selama ini saya cukup concern soal media. Pengalaman saya di bidang media malah lebih banyak daripada pengalaman di bidang TL. Tapi yang saya pelajari di Siaware, feedback itu bersifat netral, hehe...
Jadi, apa saya cukup fit dan proper jadi menteri? Kita lihat nanti...
Posted by Adisti Dini Indreswari at 7:28 PM 1 comments
Labels: my activities
16.4.08
Percakapan, Setelah Sekian Lama
Aku melihat sosokmu yang baru datang, langsung duduk di bangku. Kamu sendirian, acuh menyantap makan siang dari piring yang kamu bawa. Aku terus mengamati sosokmu. Kerinduan yang selama ini terpendam jadi memuncak lagi. Aku sudah terbiasa menikmati keadaanmu selama ini. Aku belum terbiasa dengan ketiadaanmu. Damn, it’s killing me.
Aku ingin bicara denganmu, sudah lama aku ingin bicara denganmu. Kulempar pandangan ke sekeliling. Cuma ada sedikit orang di sini, dan semuanya sedang disibukkan urusan masing-masing. Mungkin ini momen yang tepat...
Kututup file tugas Metodologi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan yang sedang kukerjakan. Laptop kutinggalkan dalam keadaan standby.
Aku mendudukkan diri di sebelahmu. Percakapan kubuka dengan pertanyaan basa-basi yang kamu jawab dengan, “Nggak tau.” Tidak apa-apa, aku juga tidak berharap mendapat jawaban yang memuaskan darimu. Aku cuma ingin bicara denganmu, setelah sekian lama.
Aku pernah sayang kamu...
Lalu hening. Kamu asyik menikmati makananmu, dan aku pura-pura sibuk dengan handphone di tanganku.
“Gue capek,” entah kenapa itu yang keluar dari mulutku. Tapi, ya, aku memang capek. Selanjutnya, kata-kata tidak terbendung lagi keluar dari mulutku. Kamu mendengarkanku, sambil sesekali tersenyum atau mengeluarkan beberapa kalimat tanggapan. Kamu, salah satu pendengar terbaik yang kukenal.
Aku pernah sayang kamu...
Seorang teman datang, kita jadi mengobrol bertiga. Dia malah mengajakku rapat segala. “Gue nggak bisa,” jawabku asal. Untunglah, tidak lama kemudian dia pergi. Seorang teman yang lain datang, sibuk mengangkut barang. Kita jadi mengobrol bertiga lagi. Aduh, kenapa orang-orang ini datang di saat yang tidak tepat? Apakah mereka tidak mengerti kalau aku sedang ingin bicara denganmu, berdua saja?
Akhirnya mereka pergi juga. Sekarang aku tinggal berdua lagi denganmu. Kubuka lagi percakapan kita.
Lalu, “Gue boleh nanya sesuatu nggak?”
“Apa?”
“Gue punya salah nggak sih sama lu?” Akhirnya, pertanyaan yang sudah sekian lama tersimpan dalam hati bisa kutanyakan juga.
Kamu terlihat heran atas pertanyaanku barusan. “Ng... Nggak sih. Kenapa emang?”
Tidak apa-apa, aku cuma merasa kamu berubah. Kamu tidak seperti dulu lagi. Kita tidak seperti dulu
Lalu kita bicara tentang banyak hal. Tentang mimpi, harapan, dan cita-cita. Yang terwujud maupun yang tidak. Tentang idealisme. Tentang kemahasiswaan. Tentang kondisi kampus terkini. Tentang kelulusanmu yang mundur dari rencana semula. Tentang harapan keluargamu. Tentang kebingunganmu. Tentang keegoisanku. Tentang perasaanku. Tentang buku yang pernah kubaca. Tentang rencana ke depan. Tentang beberapa orang yang kita kenal. Makanan di piringmu sudah habis, tapi kamu masih di sini, di sampingku.
Aku senang bisa bicara denganmu, apalagi kebetulan saat ini aku sedang butuh teman bicara. Aku menikmati saat ini. Menikmati keadaanmu yang sempat hilang.
Aku pernah sayang kamu...
Teman-teman mulai berdatangan. Beberapa duduk dan mengajak kita mengobrol. Mungkin waktu kita sudah habis...
Ah, ya, tugasku menunggu untuk diselesaikan. “Makasih. It’s nice talking with you,” aku beranjak dari sampingmu.
Posted by Adisti Dini Indreswari at 12:39 AM 0 comments
Labels: my love life



